Desain Mirip Stadion Ini, Pemerintah Rombak Stadion Kanjuruhan

Lapangan Kanjuruhan dimana kerusuhan suporter berlangsung kemarin.
Lapangan Kanjuruhan dimana kerusuhan suporter berlangsung kemarin.

Indonesiadaily.net – Setelah disorot belakangan pasca terjadinya tragedi kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter, pemerintah akhirnya memutuskan untuk  merenovasi secara total stadion yang berada di Kabupaten Malang itu.

Hal ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai melakukan audit di stadion tersebut.

Bacaan Lainnya

”Kami harus mendesain lagi untuk rehab total, supaya bisa dimanfaatkan lagi agar tidak ada musibah lagi. Kalau begini saja, tidak layak. Dan jika tidak direhab, tidak boleh dipakai,” kata Basuki dikutip dari JawaPos.com.

Basuki menjelaskan, pembiayaan untuk renovasi total Stadion Kanjuruhan tersebut akan menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Saat ini, belum dipastikan berapa besar dana yang dibutuhkan untuk renovasi tersebut.

Menurut dia, dalam waktu dekat, tim masih akan melakukan desain ulang pada lapangan yang terletak di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Nanti, seluruh tribun dilengkapi atap seperti Stadion Manahan, Solo.

”Mudah-mudahan desain selesai 3-4 bulan, kemudian baru bisa dimulai (renovasi total). 2023 kita mulai, karena ini sudah perintah Presiden Joko Widodo,” papar Basuki.

Dia menambahkan, proses renovasi total pada Stadion Kanjuruhan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih selama satu tahun. Selain proses renovasi, Kementerian PUPR juga membangun monumen peringatan terkait tragedi Kanjuruhan.

sebelumnya, kelayakan Stadion Kanjuruhan untuk menyelenggarakan pertandingan dinilai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Mereka mengirimkan satu tim pada Selasa (11/10). Mereka secara khusus juga menilai kelayakan bangunan stadion.

“Yang datang tim penilai kelayakan bangunan dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. Ada juga tim dari Pemprov Jatim,” kata Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang Henry Tandjung seperti dilansir dari JawaPos.com.

Seluruh anggota tim yang datang tampak mengelilingi seluruh Stadion Kanjuruhan. Mulai dari bagian luar hingga bagian dalam. Tak terkecuali gerbang 13 yang menjadi tempat terbanyak meninggalnya penonton pertandingan Arema FC kontra Persebaya pada 1 Oktober lalu.(*)

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *