Indonesiadaily.net -Kucing merupakan hewan mamalia yang menyukai susu, bahkan ketika mereka sudah menginjak dewasa. Namun pemberian susu pada kucing memiliki dampak negatif bagi kesehatan.
Dilansir dari USA Today, kucing dewasa bisa saja mengonsumsi susu. Namun, amankah kucing dewasa mengonsumsi susu?
Badan amal veteriner terkemuka Inggris, People’s Dispensary for Sick Animals mengatakan bahwa susu bagi kucing dewasa tidak memiliki manfaat sama sekali. Bahkan susu tidak aman kucing dewasa, baik itu susu sapi maupun susu kambing.
Kucing dewasa yang mengonsumsi susu akan memiliki dampak kesehatan seperti mengalami gangguan pencernaan atau masalah perut, seperti kembung.
Kepala International Society of Feline Medicine di Inggris, Dowgray mengatakan, kucing yang mengonsumsi susu akan mengalami gejala seperti diare atau muntah.
“Tidak ada manfaat nutrisi tambahan ketika Anda memberi kucing susu jika mereka telah diberi makan makanan kucing lengkap dan seimbang berkualitas tinggi,” katanya.
Masih dilansir dari laman yang sama, kucing sering kehilangan toleransi terhadap laktosa, yaitu gula yang ditemukan dalam susu.
Hal ini kerap terjadi ketika mereka bertambah tua seperti halnya manusia.
Lain halnya dengan anak kucing yang memang mengonsumsi dari induknya.
Akan tetapi, pada usia tertentu, sekitar tiga hingga empat minggu, mereka akan disapih sehingga tidak lagi mendapatkan susu dari induknya lagi.
“Menyapih makanan padat harus dimulai pada usia tiga hingga empat minggu dan harus dilakukan secara bertahap sampai anak kucing dapat menerima makanan padat yang lengkap,” kata Dowgray.
Namun, jenis susu seperti susu kambing atau susu sapi bukan pengganti yang cocok untuk susu kucing. Sebab kedua susu itu tidak mengandung cukup protein atau lemak untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak kucing.
Dokter hewan merekomendasikan pengganti susu kucing berkualitas tinggi yang aman dan diformulasikan dengan benar untuk anak kucing. Anda bisa juga dengan memberikan kucing air bersih segar yang banyak setiap harinya.
Proses sapih ini akan melatih kucing untuk mengurangi intensitas minum susu setiap harinya.
Dengan begitu, anak kucing akan terbiasa mengonsumsi makanan padat yang lengkap untuk mendapatkan asupan nutrisinya.
Selain masalah pencernaan dan gangguan perut, seperti diare, muntah, hingga perut kembung, kucing dewasa yang mengonsumsi susu berlemak dapat mengakibatkan beberapa dampak negatif. Salah satunya, kenaikan berat badan pada kucing.
The People’s Dispensary for Sick Animals mengatakan, sepiring susu untuk kucing sama dengan makan pizza 12 inci penuh untuk setiap hari.
Selain itu, susu sapi juga mengandung fosfat yang tinggi. Kandungan ini akan memberikan efek yang kurang baik, terutama bagi kucing yang terdiagnosis penyakit ginjal.
Penelitian Journal of Feline Medicine and Surgery 2017 menunjukkan, kandungan fosfor dapat mengganggu kesehatan ginjal pada kucing dengan penyakit ginjal kronis. (*)
Editor : Nur Komalasari






