Indonesiadaily.net – Arab Saudi dilanda fenomena baru. Perempuan-perempuan di kerajaan Raja Salman bin Abdulaziz sedang menggandrungi pole dancing (tari tiang) yang terstigma sebagai tari telanjang (strip) di sejumlah film-film Hollywood.
Salah satu perempuan Arab Saudi yang mulai menggelutinya adalah Nada (28). Instruktur yoga tersebut mengambil kelas khusus untuk memperlajari tarian tersebut.
Pilihan Nada tersebut pun mendapatkan tanggapan dari Keluarga dan teman-temannya. Nada disebut apa yang dilakukan Nada adalah kesalahan yang tidak pantas. Bahkan, mendapatkan olok-olokan yang menyebutkan latihan pole dance sebagai hal yang melelahkan. Namun ia tidak terpengaruh dan bertahan menggeluti tarian tersebut hingga saat ini.
“Awalnya, mereka mengatakan ini tidak pantas dan sebuah kesalahan. Sekarang mereka mengatakan ‘Kami ingin mencobanya’,” ujarnya dikutip AFP, Sabtu 15 Oktober 2022.
Hal sama juga dikatakan seorang siswa pole dancing di Riyadh yang enggan menyebutkan nama. Ia mengklaim dirinya “tidak malu sama sekali” untuk mencoba tarian itu.
“Itu kepribadian saya, saya akan mengatakan. Saya tidak malu untuk merangkul sensualitas saya, feminitas saya. Saya tidak malu apa pun, selama saya tidak menyakiti orang lain,” ujarnya.
Tapi dia mengakui orang-orang dekatnya merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukannya. Tuntutan yang kuat ke fisik, ujarnya, membuat banyak wanita berhenti mempelajari tarian ini.
“Dibutuhkan banyak otot, banyak kekuatan untuk bisa melakukannya,” ujarnya.
Kegemaran baru wanita Arab Saudi ini juga dibenarkan oleh pengelola gym di negara tersebut. Banyaknya minat membuat tiga gym membuka kursus pole dancing.
“Saya merasa bahwa pole dancing telah mendapat perhatian lebih, karena itu sesuatu yang baru dan gadis-gadis suka mencobanya,” kata May al-Youssef, pemilik gym di Riyadh.
“Seiring waktu para wanita (Arab Saudi) tampaknya lebih menyukai tubuh mereka. Mereka berkata pada diri mereka sendiri: ‘Saya merasa baik dengan kulit saya’,” tambahnya.
Sebenarnya selama bertahun-tahun, pembatasan memang diberlakukan pada wanita Arab Saudi. Namun sejumlah reformasi yang dilakukan pemerintah mulai membuka kesempatan perempuan lebih mengeksplor diri mereka di negeri itu.
Wanita di kerajaan ini diharapkan lebih aktif dalam olahraga, sesuatu yang jarang dilakukan selama ini. Hal itu juga, menurut AFP, guna mengkampanyekan citra lebih lembut akan Arab Saudi ke dunia luar.
Sebelumnya, tim sepak bola nasional wanita Arab Saudi juga bersaing dalam pertandingan pertama mereka di rumah melawan Bhutan. Wanita negeri itu juga sudah diperbolehkan mengendarai mobil mereka sendiri. (*)
Editor : Pebri Mulya






