Berikan Ucapan Belangsungkawa, DPRD Jawa Timur Disorot

foto ucapan belasungkawa DPRD Jawa Timur
foto ucapan belasungkawa DPRD Jawa Timur

Indonesiadaily.net – Memberikan simpati terhadap korban tragedi kanjuruhan, pimpinan dan anggota DPRD Jawa Timur malah mendapat cibiran setelah foto ucapan belasungkawa mereka viral di media sosial.

Melansir dari Suara.com, dalam sebuah unggahan akun Twitter @boeingr, tampak sebuah koran di mana setengah halaman berwarna hitam.

Bacaan Lainnya

Pada foto yang diunggah itu, sejumlah pimpinan dan anggota dewan DPRD Jawa Timur berfoto dengan lima orang di bagian atas dan 9 orang di bagian bawah.

Kebanyakan orang tersebut dalam pose tersenyum. Di atas foto tertulis keterangan turut berduka cita yang mendalam untuk korban tragedi Kanjuruhan.

Namun bukannya mendapatkan respons positif, ungkapan bela sungkawa dengan foto para politisi yang nampang tersebut malah jadi bulan-bulanan warganet.

Banyak warganet yang menganggap sikap demikian menampakkan sikap yang nirempati. Bahkan banyak yang salah sangka sosok yang difoto tersebutlah yang meninggal dunia.

“Enggak penting banget muka mereka dipasang,” komentar warganet.

“Itu orang yang difoto juga mati semua? Oh iya, mati semua nuraninya,” imbuh warganet lain.

“Sumpah kukira mereka ikut meninggal gara-gara ikut nonton,” tambah lainnya.

“Semua orang jadi salah tanggap kalau mereka yang meinggal. Makanya ucapan duka cita tuh yang bener-bener aja bu, pak,” tulis warganet di kolom komentar.

“Paling bener harusnya belasungkawa enggak usah pakai foto. Lebih bisa menghargai korban, kalo kayak gini sama aja kampanye dengan kesempatan dalam kesempitan,” timpal lainnya.

Sebanyak 127 suporter tewas setelah kerusuhan antar pendukung sepakbola Arema FC dan Persebaya Surabaya pecah pada Sabtu malam (1/10).

Hal ini disampaikan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam keterangannya disuportersuasa127 Suporter Tewas dalam Laga Arema FC Kontra Persebaya Malang pasca kejadian kerusuhan itu berlangsung.

“Dalam kejadian itu ada 127 orang meninggal, dua diantaranya anggota Polri, ” papar Nico.

Dirinya menjelaskan, dari total korban meninggal, 34 orang tewas di dalam stadion, sedangkan sisanya meninggal di rumah sakit.

Saat berita ini ditulis, selain suporter yang tewas tercatat ada 180 orang yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Para korban yang meninggal, diduga mengalami sesak nafas dan terinjak-injak saat kerusuhan berlangsung.(*)

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *