Banyak Rencana Pemkot Depok Cegah Inflasi, Salah Satunya Pangan Murah

inflasi imam budi hartono
Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono.

Indonesiadaily.net, Kota Depok – Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono menyebutkan angka inflasi Kota Depok terbaru sebesar 5,87 persen dan itu masih dibawah secara ukuran nasional, yakni sebesar 5,95 persen.

“Depok angka inflasi masih di bawah nasional. Di Pulau Jawa inflasi tertinggi di Kota Kudus sebesar 7,84 persen. Ada dua isu pokok yang menyebab infalsi meningkat,” kata Imam Budi Hartono dalam rapat koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin 24 Oktober 2022.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan hasil rapat koordinasi dengan Kemendagri pemerintah daerah mendapat rekomendasi untuk mengatasi inflasi yaitu melakukan pemantauan harga komoditas yang sering muncul, sebagai penyebab inflasi.

“Kami akan melakukan disparitas antar daerah: distribusi barang komunitas menjadi hal penting menjadi pekerjaan yang rutin dilakukan daerah,” tuturnya.

Ia menyebutkan, ada dua penyebab inflasi yaitu bahan makanan dan Energi. Untuk bahan makanan saat ini ketersediaan stok komoditas 20 bahan makanan, permasalahan distribusi, dan cuaca yang menyebabkan gagal panen dan tempat penyimpanan atau storage. 

“Sedangkan untuk energi perkembangan harga minyak global yang berimbas pada seluruh sektor ekonomi,” kata Imam.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Depok menetapkan tiga titik kegiatan pangan murah, yakni di Kecamatan Sawangan, Kantor Balai Kota, Kecamatan Sukmajaya.

Lalu ada juga pembagian bibit cabai kepada kelompok tani, dan masyarakat dan melaksanakan operasi Pasar Murah di 13 titik dengan 155 paket sembako perlokasi.

“Operasi Pasar Murah ini kita akan gelar di 13 titik dengan menyediakan 155 paket sembako perlokasi. Isinya beras, gula, minyak goreng, dan telur,”tuturnya.

Selain itu Pemerintah Kota Depok juga akan memberikan bantuan sosial kepada 9.000 warga yang kategori penerimaan manfaat yang disalurkan oleh Dinas Sosial. Sedangkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) melaksanakan pelatihan kerja bagi warga Depok untuk mengurangi pengangguran.

“Kami juga akan melakukan sidak pasar dan rakor TPID secara berkala untuk memantau dan ketersediaan pasokan komoditas,” tuturnya.

Pemerintah Kota Depok akan berkerja sama dengan koperasi dengan Badan Pangan Nasional, Bulog dan BUMD pangan DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Kita Pemerintah Kota Depok menjadi fasilitator,” ucapnya.

Imam Budi Hartono mengimbau ke masyarakat untuk bisa membantu menurunkan inflasi. Dengan melakukan kegiatan Beragam Bergizi Seimbang dan Sehat, Makan Enak Makan Sehat (B2SA). 

“Belanja bijak, tidak membeli komoditas berlebih dengan menyetok banyak 20 bahan pokok, pantau para penimbun barang dapat dilaporkan yang akan membuat masyarakat kesulitan mendapatkan barang. Food lose dan waste yaitu pola memasak berlebihan atau makan dengan menyisakan makanan berlebih (mubazir). Sehingga banyak makanan menjadi sampah,” kata pria yang akrab disapa Bang Imam.

Imam juga menyampaikan BPS akan pemantauan dan melaporkan setiap pekan untuk 90 kota dan memantau 20 diantaranya, beras, daging ayam ras, telur ayam ras, cabaid merah, bawang merah, cabai rawit, minyak goreng.

Lalu gula pasir, bawang putih, daging sapi, tepung terigu,komunitas pangan terpilih serta menjaga mata rantai distribusinya (listrik, Bensin, Solar, Bahan Bakar Rumah Tangga). 

“Pemantauan dan pelaporan berupa    Indesks Perkembangan Harga, Indeks Disparitas Harga, Koefisian Varitas harga,”pungkasnya. (*)

 

Penulis : Irwan Supriyadi

Editor : Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *