Bahaya Betul! Wanita Ini Kehilangan Mata karena Tak Lepas Softlens Ketika Mandi

ilustrasi mata (pixabay)
ilustrasi mata (pixabay)

Indonesiadaily,net – Tidak hanya sebagai alat bantu untuk melihat. Menggunakan softlens menjadi satu kebutuhan bagi seorang untuk meningkatkan percaya diri. Namun, dalam penggunaannya, sejumlah hal harus diperhatikan.

Salah satunya yang harus menjadi perhatian, yaitu untuk selalu melepas softlens ketika ingin mandi. Hal ini penting untuk menghindari infeksi.

Bacaan Lainnya

Salah satunya efek yang terjadi ketika terlalu sering tidak melepaskan softlens ketika mandi dirasakan oleh perempuan Inggris. Melansir Suara.com, perempuan itu harus kehilangan mata kirinya, karena menggunakan softlens saat mandi dan terinfeksi parasit, acanthamoeba keratitis dari air keran.

Acanthamoeba keratitis adalah infeksi langka tapi berakibat serius karena sulit diobati, terjadi karena mikroorganisme yang menutupi kornea, yakni penutup luar mata.

Menurut Center Disease Control and Prevention atau CDC, infeksi langka ini paling umum terjadi pada pemakai lensa mata, tapi siapapun bisa tetap mendapatkannya.

Perempuan itu bernama Marie Mason, berusia 54 tahun asal Inggris, yang memakai softlens atau lensa kontaknya selama 30 hari tanpa melepasnya, dan meyakini mikroorganisme itu masuk ke mata saat ia mandi tanpa melepasnya.

“Mikroorganisme itu hidup di bawa lensa kontak saya, jadi mata saya dipenuhi dengan itu,” ujar Mason mengutip Insider, Sabtu (15/10/2022).

Menurut CDC, mandi sambil menggunakan lensa kontak atau membersihkan softlens menggunakan air keran bisa meningkatkan risiko keratitis acanthamoeba. Kondisi ini juga bisa menyebabkan sakit mata, hingga kebutaan jika tidak diobati.

Menurut Profesor Kehormatan UCL Institute of Ophthalmology, Inggris John Dart mengatakan setiap tahun ada 150 hingga 200 orang terinfeksi mikroorganisme di Inggris. Tapi sangat sedikit yang harus kehilangan mata, tapi sebagian besar kasus menyebabkan kehilangan penglihatan normal.

Pada awalnya keluhan dirasakan Mason pada 2015 silam, karena menyadari ada yang tidak beres dengan matanya, ia merasa ada benda asing seperti pasir di matanya.

“Saya mulai merasa seperti ada benda asing di mata saya, seperti sedikit pasir atau pasir yang biasanya jika digosok akan hilang tapi ini tidak,” ungkap Mason.

Adapun gejala acanthamoeba keratitis meliputi sakit mata, penglihatan kabur, sensitif pada cahaya hingga ada sensasi tertentu di mata. CDC menyarankan agar pergi ke dokter mata saat merasakan gejala tersebut.(*)

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *