Aturan Baru Transjakarta, Warganet Keluhkan Penumpukan Penumpang

bus listrik transjakarta
Ilustrasi bus listrik Transjakarta.

Indonesiadaily.net – Sistem baru peraturan tentang kewajiban penumpang bus transjakarta menempelkan kartu uang elektronik (KUE) atau tap in dan tap out membuat penumpukan penumpang terjadi di sejumlah halte.

Aturan ini dikatakan Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta Anang Rizkani Noor berlangsung berbarengan dengan pemberlakuan tarif integrasi moda transportasi yang mulai dilaksanakan pada Selasa (4/10).

Bacaan Lainnya

“Apabila pelanggan tidak melakukan tempel kartu baik saat naik atau turun, konsekuensinya kartu akan terblokir. Pelanggan perlu melakukan atur ulang (reset) dan biaya perjalanan sebelumnya akan dikenakan pada perjalanan berikutnya,” ucap dia dalam keterangannya.

Dengan aturan ini, penumpang diwajibkan memiliki saldo minimal senilai Rp 5.000 untuk memanfaatkan layanan bus transjakarta.

Apabila saldo di bawah Rp 5.000, pelanggan tidak dapat menggunakan layanan, kecuali untuk layanan gratis. Jadi dia meminta pelanggan selalu memastikan memiliki saldo minimum sebelum menggunakan layanan transjakarta.

Jika kartu terblokir, pelanggan perlu mereset kartu pada gate yang tersedia di seluruh halte transjakarta maupun alat tempel yang ada di seluruh armada non-BRT.

Adanya aturan ini membuat sejumlah penumpang mengeluh melalui media sosial. Seperti dilansir dari Kompas.com, menurut pemilik akun Instagram @jalur5, penumpukan penumpang terjadi karena sistem tap out di Halte Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Efek dari wajib tap out di halte TJ (Transjakarta) karena sistem integrasi JakLingko, penumpang mengantre di halte Kebon Jeruk Kompas Gramedia Koridor 8,” tulis pemilik akun @jalur5.(*)

Editor: Nurkomalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *