Indonesiadaily.net – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin membeberkan fakta tentang kenapa dia akhirnya menjadi pejabat negara. Karena, diawalnya Ma’ruf hanya ingin menjadi ulama, dan akhirnya berbelok menjadi Wapres.
Ma’ruf menjelaskan, apa yang dilakukannya untuk mengikuti jejak Kiai Haji Sahal Mahfudh, yang merupakan Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Saya mengikuti jejak beliau (Kiai Haji Sahal Mahfudh). Jadi, beliau Rais Aam, merangkap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan saya mengikuti beliau sebagai Rais Aam dan juga Ketua Umum MUI,” kata Ma’ruf.
Untuk diketahui, Kiai Haji Achmad Sahal Mahfudh adalah Ketua MUI periode 2000-2014. Kiai Sahal Mahfudh juga menjabat sebagai Rais Aam Syuriah PBNU selama dua periode pada 1999-2014.
Kiai Sahal Mahfudh juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Putra di Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah.
Sementara itu, alasan dirinya memilih terjun sebagai Wakil Presiden, karena diminta langsung Joko Widodo (Jokowi) untuk mendampinginya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
“Tapi saya disuruh belok oleh sama Pak Jokowi menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
Seperti diketahui, Prof. Dr. (H.C) K.H. Ma’ruf Amin adalah wakil presiden ke-13 Republik Indonesia.
Dia dilantik sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk masa jabatan 2019-2024 dimulai 20 Oktober 2019.
Sebelum terjun ke dunia politik, Ma’ruf Amin berkecimpung dalam kegiatan organisasi kemasyarakatan sejak 1964.
Saat dipilih menjadi calon wakil presiden Jokowi, Maruf sedang memegang dua jabatan penting. Ia adalah Ketua Umum MUI periode 2015-2020 dan Rais Aam PBNU 2015-2020. (*)
Editor : Pebri Mulya






