Senin, April 15, 2024

Yane Ardian, Sebarkan Sekolah Ibu untuk Belajar Watak Manusia

Indonesiadaily.net – Menjadi seorang istri dari kepala daerah tentunya bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Yane Ardian istri dari Wali Kota Bogor, Bima Arya mencoba berbagi cerita selama menemani suaminya menjadi pejabat publik sejam 2014 silam.

Dengan menjadi istri kepala daerah, maka secara otomatis Yane pun menjadi Ketua TP PKK. Selama itu pula, Yane selalu menemui dan juga melakukan pembinaan kepada masyarakat.

“Bisa pembinaan tentang kesehatan, peningkatan ekonomo keluarga, dan sebagainya. Tentu menjalani semua itu harus dengan tulus ikhlas,” ucapnya.

Selama turun ke maayarakat bersama kader-kadernya, Yane kerap menemukan fenomena sosial yang harus dihadapi dan ditangani dengan baik dan tepat.

Baca Juga  Ratusan Mahasiswa Tertipu Pinjol, IPB Pasang Badan Cari Jalan Keluar

Seperti permasalahan perceraian yang diawal dirinya menjabat sebagai TP PKK Kota Bogor mencapai angka kisaran 70 persen. Kebanyakan dari kasus tersebut adalah suami menggugat istri.

Berbagai langkah dilakukan untuk mencari solusi permasalahan tersebut, sampai akhirnya sudah berkurang saat ini.

“Menjadi istri kepala daerah saya harus menguasai banyak hal yang  dan secara tidak langsung menjadi ‘jubir’ atau perpanjangan suara kepala daerah kepada masyarakat, terutama dalam penjelasan program,” kata Yane saat menjadi pembicara seminar ‘Kenali Watak Agar Jiwa Tenang’ di Padjajaran Suites BNR, Kota Bogor, Selasa 13 September 2022.

Yane bercerita pada tahun 2015, pertama kali dirinya mengenal dr. Aisah Dahlan saat mengikuti majelis taklim di wilayah Sentul, Kabupaten Bogor. Dimana materi yang disampaikan adalah tentang pemahaman watak. 

Baca Juga  Sempurna, Timnas Indonesia Lengkapi Kemenangan 2-1 Atas Curacao

Dengan memahami watak, baik istri atau suami, orang tua, anak maupun masyarakat maka akan saling mengerti dan memahami. 

“Saat materi disampaikan, saya catat dan saya rekam semuanya. Kemudian saya sampaikan ke anak pertama saya untuk latihan sebelum disampaikan ke ibu-ibu. Dan kelas VII SMP anak saya mulai berani menularkan ilmu itu ke teman-temannya. Dan saat di kelas VIII, dia jadi konselor bagi teman-temannya. Ilmu memahami watak sangat bermanfaat dan saya terapkan dalam keluarga saya dan di tahun yang sama saya mengajak pengurus PKK Kota Bogor untuk berbuat sesuatu, bukan hanya pembinaan ke wilayah, tetapi sesuatu yang saat ini kita kenal dengan Sekolah Ibu. Dimana salah satu modulnya adalah tentang memahami watak manusia,” paparnya.

Baca Juga  Erick Thohir Siagakan BUMN Jika Terjadi Resesi Global

Sejak pertama diselenggarakan hingga saat ini, para ibu yang menjadi alumni Sekolah Ibu mencapai 8.000 orang. 

“Pembangunan fisik, ada uang ada barang. Berbeda dengan pembangunan karakter, ada uang belum tentu karakter terbangun, selain itu memerlukan tahapan demi tahapan,” ujarnya.

“Pada dasarnya sumber daya manusia itu lebih utama dari apapun,” lanjutnya. (*)

 

Jurnalis : Ibnu

Editor : Pebri Mulya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles