Senin, April 15, 2024

Waduh, Peneliti Sebut Wortel Potensi Mengandung Kadar Mikroplastik Tinggi

Indonesiadaily.net – Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa daging hingga sayuran dan buah yang dikonsumsi manusia ternyata mengandung partikel plastik yang sangat kecil, berupa nanoplastik dan mikroplastik. Clinical & Scientific Lead AsaRen, Dr. Meryl “Mimi” Kallman, MD mengungkapkan bahwa sayuran akar, seperti lobak dan wortel berpotensi mengandung kadar mikroplastik yang tinggi. Terlebih, jika ditanam di dalam tanah yang kemungkinan memiliki konsentrasi  yang tinggi.

“Plastik cenderung mengumpul di akar tanaman. Maka dari itu, sebaiknya cari makanan berupa daun-daunan karena memiliki konsentrasi mikroplastik yang lebih rendah dibanding akar atau batang,” jelas Dr. Mimi seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

“Jadi, sebaiknya cari makanan yang daun-daunan dibandingkan sayuran akar atau batang,” ucapnya.

Baca Juga  Benarkah Sawi Putih Untuk Obati Asam Urat? Ini Faktanya

Menurut Dr. Mimi, sejumlah faktor yang mencemari tanah dengan mikroplastik adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan dan membakar sampah di atas permukaan tanah.

Berkaitan dengan pernyataan Dr. Mimi, sebuah studi yang dipublikasikan Environmental Research pada 2020 menemukan bahwa buah dan sayuran yang dijual oleh pedagang lokal di Catania, Sisilia, Italia mengandung mikroplastik dan nanoplastik.

Laporan studi menyebutkan bahwa sayuran umbi-umbian, seperti wortel dan lobak memiliki konsentrasi cemaran mikroplastik yang lebih tinggi daripada sayuran berdaun, seperti selada dan kol. Menurut para peneliti, sayuran berdaun  relatif rendah.

“Secara khusus, apel merupakan sampel buah yang paling terkontaminasi, sedangkan wortel adalah sayuran yang paling terkontaminasi,” ujar para peneliti dalam laporan studi.

Baca Juga  Tingkatkan Konsentrasi, Ini 8 Minuman yang Cocok Diteguk pada Pagi Hari

Makanan yang mengandung mikroplastik sangat berbahaya jika dimakan oleh manusia. Salah satu risiko kesehatan yang mengintai adalah inflamasi atau peradangan.

“Konsumsi mikroplastik dari makanan memang membawa potensi risiko kesehatan. Beberapa penelitian itu menunjukkan hubungan dengan inflamasi atau peradangan dan potensi toksisitas,” ujar Dr. Mimi.

Berdasarkan sejumlah penelitian, Dr. Mimi mengungkapkan ada sejumlah kasus yang menemukan mikroplastik di darah manusia. Akibatnya, potensi terjadinya inflamasi bisa muncul.

“Bisa ditemukan di dalam darah dan menyebabkan inflamasi,” paparnya.

Namun, ia menyebutkan bahwa efek jangka panjang mikroplastik terhadap kesehatan manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Sebab, fenomena ini yang terkandung di dalam makanan adalah hal baru yang masih diteliti.

Baca Juga  Ini Dia Makanan Terbaik untuk Cuaca Panas

Dr. Mimi mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsumsi makanan yang dikemas di dalam plastik sekali pakai dan beralih untuk memakan makanan segar.(*)

Editor : Nur Komalasari


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles