Kamis, Juli 25, 2024

Tiga Hal Ini Bisa Jadi Petunjuk Identitas Hacker Bjorka

Indonesiadaily.net – Bjorka selama beberapa pekan ini benar-benar telah ‘bermain’ di dunia digital Indonesia. Dan sejauh itu pula, ada tiga petunjuk yang menjelaskan siapakah sosok peretas tersebut.

Selama rentetan aksi Bjorka, sudah ada beberapa yang dibocorkan data-data yang seharusnya tidak boleh dipublikasikan. Mulai dari kebocoran data Indihome, kebocoran 1,3 miliar data registrasi SIM Card, doxing pada sejumlah pejabat publik, hingga komentar-komentar lewat akun Twitter dan Telegramnya.

Pejabat yang menjadi sasaran Bjorka antara lain data pribadi milik Menkominfo, Johnny G. Plate; Ketua DPR, Puan Maharani; Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan; Menkopolhukam, Mahfud MD; dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Selain itu ada pula data milik dua aktivis politik media sosial, Denny Siregar dan Abu Janda alias Permadi Arya yang menjadi sasarannya.

Terkait motif, Bjorka menulis

this is a new era to demonstrate differently. nothing would change if fools were still given enormous power. the supreme leader in technology should be assigned to someone who understands, not a politician and not someone from the armed forces. because they are just stupid people,” kicau Bjorka.

Baca Juga  Dukung Digitalisasi Layanan Kesehatan, BRI Sediakan Layanan Perbankan dalam Healthcare Ecosystem “SIMRS”

(ini adalah era baru untuk berdemo dengan cara berbeda. Tidak ada yang akan berubah jika orang bodoh masih diberi kekuatan yang sangat besar. Pemimpin tertinggi dalam teknologi harus ditugaskan kepada seseorang yang mengerti, bukan politisi dan bukan seseorang dari angkatan bersenjata. karena mereka hanyalah orang-orang bodoh, red).

1. Mengaku Berbasis di Polandia

Petunjuk pertama mengarah pada tempat Bjorka berasal. Dia mengklaim dirinya berbasis dari Warsawa, Polandia. Cuma mengikuti satu akun, ia punya lebih dari 183 ribu followers.

Akun Twitter milik Bjorka yang kini sudah ditangguhkan menampilkan informasi pada profil berupa frasa “yea catch me if you can. email: god@bjork.ai”.

Meski demikian, lokasi tersebut hanya sebatas klaim dari Bjorka sang pembuat akun, sehingga belum dapat dikonfirmasi.

Baca Juga  Akan Ada Tersangka Kasus Penyekapan Perempuan Jadi PSK di Apartemen

Bjorka pun di grup Telegramnya sedang mencari penerjemah yang bisa berbahasa Polandia, Inggris, dan Indonesia.

2. Baru Sebulan di Breach Forum

Kemudian petunjuk kedua berada di situs breached.to atau breach forum yang menunjukkan Bjorka baru bergabung ke situs tersebut selama satu bulan.

Bjorka, dengan status gender undisclosed (rahasia), baru bergabung di situs ini 9 Agustus 2022. Waktu online-nya tercatat hanya 1 hari, 15 jam, 49 menit, per Rabu 14 September 2022 siang.

Baru dua bulan bergabung, reputasinya sudah mencapai 573 dan mendapat bintang enam. Di forum tersebut, Bjorka antara lain sudah membocorkan data pelanggan Tokopedia, SIM Card, dan pelanggan Wattpad.

3. Punya Teman Asal Indonesia

Lebih lanjut, petunjuk ketiga menunjukkan Bjorka memiliki teman asal Indonesia. Hal ini juga yang disebutnya sebagai salah satu alasan menyerang ruang digital Indonesia.

Dalam akun Twitter pertamanya @bjorkanisme, yang kini sudah di-suspend, Bjorka sempat mengakui hubungan emosional dengan Indonesia lantaran seorang teman di Polandia yang jadi korban kebijakan RI di masa lalu.

Baca Juga  Asal Muasal Takbiran dan Macam-macamnya di Indonesia

“i have a good indonesian friend in warsaw, and he told me a lot about how messed up indonesia is. i did this for him (Saya punya teman orang indonesia yang baik di warsawa, dan dia bercerita banyak tentang betapa kacaunya Indonesia. saya melakukan ini untuknya, red),” ujarnya.

“yea don’t try to track him down from the foreign ministry. because you won’t find anything. he is no longer recognized by indonesia as a citizen because of the 1965 policy. even though he is a very smart old man,” tambah Bjorka. (ya, jangan coba melacaknya dari kementerian luar negeri karena Anda tidak akan menemukan apa pun. Dia tidak lagi diakui oleh Indonesia sebagai warga negara karena kebijakan 1965, meskipun dia pria tua yang sangat pintar). (*)

 

Editor : Pebri Mulya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles

Perumda Tirta Kahuripan