Senin, April 15, 2024

Takut Menghadapi Hari Senin? Hati- Hati Terkena Sindrom Monday Blues

 

Indonesiadaily.net – Menghadapi hari Senin, kembali bekerja atau sekolah dengan setumpuk tugas dan pekerjaan sepanjang minggu bisa membuat stres berkepanjangan. Nah, ada istilah yang
kerap digunakan untuk menggambarkan ketakutan akan hari Senin yaitu Monday Blues Syndrome, seperti apa sindrom tersebut?

Monday Blues mengacu pada perasaan negatif yang akan dirasakan orang setiap akhir atau awal minggu. Meski demikian,Monday Blues bukanlah istilah klinis, ini adalah sebutan yang biasa diberikan kepada orang yang mengalami rasa takut menghadapi hari Senin.

Bahkan, Monday Blues ini bisa juga digunakan sebagai pertanda ketidak-bahagiaan yang signifikan dalam hidup seseorang berkaitan dengan pekerjaannya.

Monday Blues berbeda dengan depresi karena ada waktu tertentu ketika orang merasakannya, yakni di hari Senin. Sebaliknya, depresi mengacu pada perasaan sedih yang terus-menerus dan berkurangnya minat terhadap aktivitas menyenangkan yang dapat terjadi kapan saja sepanjang hari.

Baca Juga  Anak Picky Eater? Intip Yuk Strategi Agar Anak Bisa Makan dengan Lahap Tanpa Pilih-Pilih

Perasaan takut pada hari Senin juga bisa berkurang seiring berjalannya waktu, dan suasana hati seseorang membaik menjelang akhir pekan. Monday Blues juga mempunyai penyebab tertentu, biasanya berkaitan dengan pekerjaan seseorang atau rutinitas hari kerja.

Meskipun bukan termasuk masalah klinis, bahkan beda dengan depresi tapi Monday Blues ini ternyata bisa berakibat serius untuk kesehatan seseorang. Melansir Health Shot, sebuah penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi British Cardiovascular Society (BCS) di Manchester beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa serangan jantung banyak yang terjadi di hari Senin, dan ini kemungkinan besar berkaitan dengan Monday Blues.

Para dokter di Belfast Health and Social Care Trust dan Royal College of Surgeons di Irlandia juga pernah melakukan pemeriksaan terhadap 10 ribu pasien mereka. Hasilnya mereka menemukan bahwa jenis serangan jantung yang paling parah disebut infark miokard elevasi segmen ST (STEMI).

Baca Juga  Cicilan Rumah Jessica Iskandar Nunggak akibat Kasus Penipuan, Sultan Andara Bantu Sebulan

Masalah jantung ini terjadi saat satu atau lebih arteri koroner yang memasok darah ke jantung tersumbat. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menimbulkan konsekuensi yang mengerikan.

Berdasarkan penelitian, terdapat peningkatan yang cukup signifikan jumlah orang yang menderita serangan jantung STEMI pada hari Senin dibandingkan hari-hari lain dalam seminggu. Terdapat peningkatan 13 persen jumlah kasus STEMI pada awal minggu kerja.

Meningkatnya kasus serangan jantung di hari Senin bisa terjadi karena meningkatnya stres yang dialami seseorang secara tiba-tiba. Setelah libur akhir pekan, ketika Anda kembali ke pekerjaan sambil duduk dengan pikiran stres, Anda lebih mungkin terkena serangan jantung.

Ingatlah bahwa stres berkepanjangan dan peningkatan stres yang tiba-tiba sama-sama berbahaya bagi jantung, terutama setelah libur panjang di akhir pekan.

Baca Juga  Sejumlah Makanan Ini Ampuh Usir Stres, Dijamin Bikin Good Mood

Stres ekstra yang dikombinasikan dengan faktor gaya hidup lain seperti merokok, kurangnya aktivitas fisik, dan hal lainnya dapat memberikan tekanan ekstra pada jantung dan menyebabkan serangan jantung.(*)

 

Editor : Nur Komalasari


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles