Senin, April 15, 2024

Tahun Ini Overtourism Diprediksi Terjadi di Sejumlah Destinasi Wisata Dunia

Indonesiadaily.net –  Pada tahun 2024, diperkirakan akan terjadi overtourism di sejumlah destinasi wisata di berbagai negara. Overtourism dapat terjadi karena jumlah pengunjung yang datang ke suatu daerah melebihi kapasitas pengunjung.

Melansir Sky News, Organisasi Pariwisata Dunia (World Tourism Organization atau UNWTO), memperkirakan bahwa tahun 2024 akan menjadi tahun rekor kedatangan wisatawan internasional di seluruh dunia.

Hal ini akan menjadi masalah serius yang harus dihadapi oleh destinasi wisata di seluruh dunia.

Pada tahun 2019, jumlah kunjungan wisatawan internasional di seluruh dunia mencapai angka tertinggi, yaitu hampir 1,5 miliar. Direktur intelijen pasar dan daya saing di UNWTO Sandra Carvao mengatakan bahwa jumlah wisatawan tahun 2023 sudah mencapai sekitar 88 persen dari pada tahun 2019.

Baca Juga  Beri Banyak Sanksi ke Rusia, Jerman Terancam Bangkrut

Oleh karena itu pada tahun 2024 akan terjadi overtourism yang lebih dibanding tahun-tahun sebelumnya karena diprediksi jumlah wisatawan akan makin banyak.

“Pemulihan pariwisata di Asia masih tertinggal. Sebelum pandemi ini merupakan wilayah terbesar kedua dalam hal jumlah perjalanan setelah Eropa” kata Sandra dilansir dari Sky News. Ia melanjutkan bahwa
jika pariwisata Asia terus pulih, jumlah wisatawan global kemungkinan besar akan melampaui angka 1,5 miliar pada tahun 2019.

Amsterdam, ibu kota Belanda, mengalami masalah overtourism yang serius dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022, negara ini dikunjungi oleh lima juta wisatawan, sedangkan populasi negara tersebut hanya 1,1 juta penduduk.

Hal ini menyebabkan penduduk kekurangan perumahan karena banyak apartemen yang disewakan hanya untuk wisatawan. Selain itu overtourism juga terjadi di Hawai, dengan total wisatawan mencapai 9,2 juta. Sedangkan penduduk di sana hanya 1,4 juta orang. Hal tersebut membuat warga Hawaii mengeluh karena pantai yang dulunya masih asri dan alami kini menjadi terlalu ramai dan padat oleh wisatawan.

Baca Juga  Hati-hati! Mahasiswa dan Dosen Bisa Saja Jadi Plagiarisme

Venesia di Italia juga mengalami overtourism, dengan pengunjung wisatawan mencapai 4,6 juta. Sedangkan penduduk di sana hanya 55.000 orang.
Jumlah pengunjung membebani infrastruktur kota dan menghambat aktivitas, baik bagi penduduk lokal maupun wisatawan.

Kemudian pelabuhan Dubrovnik di Kroasia juga mengalami overtourism. Salah satu penyebab utamanya karena kapal pesiar selalu menurunkan ribuan penumpang setiap harinya.

Bali sisi selatan juga sempat mengalami overtourism pada libur Natal dan Tahun Baru 2024. Jalan-jalan menjadi macet.

Bahkan sampai wisatawan harus jalan kaki untuk mengejar penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Beberapa destinasi wisata melakukan pembatasan.

Guna mengatasi overtourism, beberapa destinasi wisata di dunia menerapkan pembatasan jumlah wisatawan.
Seperti pada tahun 2018 saat Wali Kota Dubrovnik, Mato Frankovic membatasi jumlah kapal pesiar yang membawa total 5.000 wisatawan, hanya diizinkan singgah di pelabuhan dua kali sehari. Peru sebelumnya juga membatasi jumlah wisatawan di Machu Picchu hanya 3.800 orang dalam sehari.

Baca Juga  Kedua Kalinya, Irish Bella Hadir di Pengadilan Agama Depok, Ammar Zoni Absen

Namun, jumlah itu ditingkatkan menjadi 4.500 per hari pada bulan Januari 2024 dengan kemungkinan penambahan lebih lanjut menjadi 5.600 pada tanggal tertentu.(*)

Editor : Nur Komalasari


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles