Sufmi Dasco Ahmad Jadi Guru Besar Ilmu Hukum Unpak

Indonesiadaily.net – Wakil Ketua DPR  Sufmi Dasco Ahmad resmi dikukuhkan sebagai profesor (guru besar) bidang Ilmu Hukum Universitas Pakuan, Bogor, Jawa Barat. Dalam prosesi pengukuhan tersebut, Dasco menegaskan jaminan dan perlindungan terhadap hak dan kebebasan warga negara merupakan pilar utama demokrasi.

“Sesuai prinsip kedaulatan rakyat, maka seluruh aspek penyelenggaraan pemilihan umum harus dikembalikan kepada rakyat untuk menentukannya,” kata Dasco di Sentul.

Dalam orasi ilmiahnya, Politisi Partai Gerindra ini menjabarkan suasana pemilihan umum (Pemilu) yang menurutnya sebagai puncak dari pesta demokrasi di Indonesia.

“Dalam paham kedaulatan rakyat, rakyatlah yang dianggap sebagai pemilik dan pemegang kekuasaan tertinggi suatu negara. Rakyatlah yang menentukan corak dan cara pemerintahan diselenggarakan. Rakyatlah pula yang menentukan tujuan yang hendak dicapai oleh negara dan pemerintahannya itu,”ungkapnya.

Baca Juga  Presiden Jokowi Resmikan Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya

Lebih lanjut, Pimpinan DPR Bidang Koordinator Ekonomi dan Keuangan ini mengingatkan pentingnya negara menjamin hak rakyat menggunakan suara dalam Pemilu.

Menurutnya, tidak ada jaminan hak tersebut adalah pelanggaran terhadap hak asasi. Di sisi lain, Dasco mengatakan, Pemilu harus terlaksana secara jujur, adil, dan beradab.

Oleh karena itu, Pemilu harus diselenggarakan oleh penyelenggara pemilu yang memiliki integritas, profesionalitas, dan akuntabilitas.

“Penyelenggara pemilu, aparat pemerintah, peserta pemilu, pengawas pemilu, pemantau pemilu, pemilih, dan semua pihak yang terkait harus bersikap dan bertindak jujur sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Dia melanjutkan, kedaulatan rakyat berarti rakyat memiliki kuasa tertinggi dalam suatu negara. Maka dari itu, rakyat sendiri yang menentukan corak dan tujuan pemerintahan lewat wakil rakyat yang dipilih melalui pemilu.

“Agar para wakil rakyat tersebut dapat bertindak atas nama rakyat, maka wakil-wakil rakyat harus ditentukan sendiri oleh rakyat. Mekanismenya melalui pemilihan umum. Pemilihan umum berarti proses penyerahan sementara hak politik rakyat bagi penyelenggaraan negara,” tuturnya.

Baca Juga  Inovasi Menarik Dibuat Dosen Unesa, Pewarna Batik dari Tanah

Lebih lanjut, dia menjelaskan pelaksanaan pemilu dinilai berlangsung demokratis bila menghadirkan dua aspek yakni aspek prosedural dan aspek substantif.

Aspek prosedural meliputi beberapa hal, mulai dari UU Pemilu, penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu, peserta pemilu yakni partai politik atau calon perseorangan, daftar pemilih tetap dalam pemilu.

Sementara, aspek substantif meliputi pemilu yang sejatinya menganut nilai dan prinsip bebas, terbuka, jujur, adil, kompetitif, serta menganut azas langsung, umum, bebas, dan rahasia.

“Indikator dari aspek prosedural itu adalah hasil yang sangat kuantitatif. Sehingga, pemilu identik dengan perebutan suara pemilih. Indikator dari aspek substantif ini adalah hasil yang sangat kualitatif, sehingga pemilu identik dengan perebutan legitimasi politik pemilih,” jelasnya.

Baca Juga  SD Karakter GIS Sabet Juara I Sekolah Ramah Anak

Sebagai informasi, pengukuhan Dasco dihadiri sejumlah tokoh negara seperti Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan beberapa tokoh nasional lainnya.

Penulis : Aulia Syahramadhan
Editor : Nur Komalasari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *