Sri Mulyani Khawatir Indonesia Akan Dihuni Orang Tua yang Miskin

khawatir sri mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Indonesiadaily.net – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mulai khawatir Indonesia saat memasuki usia 100 tahun kemerdekaan pada 2045, tetapi kondisi masyarakatnya masih belum makmur.

Dimana, di tahun tersebut diperkirakan jumlah penduduk di Indonesia mencapai 350 juta jiwa, hampir naik 100 juta ketimbang tahun ini, yang mencapai 270 juta jiwa.

Ia menjelaskan, kekhawatiran itu dikarenakan saat ini demografi populasi Indonesia mayoritas adalah golongan usia muda atau usia produktif.

Maka ketika mencapai 2045, dominasi populasi usia muda itu akan berubah menjadi dominasi populasi usia tua atau usia tidak produktif.

“Jadi dari sekarang harus dipikirkan, jangan sampai, dalam istilah ekonomi itu, negara yang mereka (penduduknya) semakin tua tapi masih miskin,” ujar Sri Mulyani.

Baca Juga  Kue Tradisional yang kerap Menghiasi Perta Pernikahan Adat di Indonesia

Bendahara umum negara itu mengatakan, ketika jumlah penduduk bertambah, maka hal itu juga sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan sarana kesehatan, properti, hingga pangan.

Tetapi, bila populasi penduduk itu didominasi oleh usia tua, maka secara khusus akan semakin membutuhkan layanan kesehatan, yang tentu itu tidaklah murah.

Oleh karena itu, ia menilai, jika komposisi demografi tersebut tidak dipikirkan dengan matang sejak saat ini, dalam hal untuk mendorong kemakmuran masyarakat, maka di masa mendatang khawatir Indonesia justru akan kewalahan dari segala aspek, terutama terkait besarnya biaya untuk kesehatan.

“Permintaan akan layanan kesehatan akan berbeda (dari saat ini). Diproyeksikan saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdakaan, komposisi demografi Indonesia akan menua, jadi semakin banyak orang tuanya. Itu yang dari sekarang harus dipikirkan,” ungkapnya.

Baca Juga  Sandiaga Minta Tak Liburan ke Luar Negeri karena Subvarian XBB

“Kalau generasi komposisinya semakin menua namun belum sejahtera, maka negara itu akan semakin menghadapi menghadapi situasi yang lebih kompleks, karena ongkos kesehatan semakin besar,” imbuh Sri Mulyani.

Maka dari itu, persoalan tersebut perlu dipecahkan sejak saat ini, terutama oleh para anak muda yang merupakan generasi penerus bangsa.

Ia bilang, para generasi muda sudah seharusnya memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa, serta memiliki semangat untuk memperbaiki Indonesia dalam segala bidang.

“Jangan berpikir bahwa itu masalah rumit yang harus dipikirkan Menkeu saja, itu nanti kalian akan menghadapinya. Jadi dari sekarang pikirkanlah. Masalah-masalah di dunia ini memang kelihatannya kompleks, sulit, dan berat, tapi itu sesuai yang kalau kalian mau dalami dan diskusikan, maka akan terbiasa dengan isu-isu itu,” papar dia. (*)

Baca Juga  Kirim 158 Kafilah, Tangsel Target Pertahankan Juara MTQ ke-19 Provinsi Banten

 

Editor : Pebri Mulya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *