Kamis, November 30, 2023

Siapakah Pemilik Eiger yang Mengawalinya dari Dua Mesin Jahit

Indonesiadaily.net – Jika berbicara tentang perlengkapan outdoor di Indonesia, tidak terlepas dari brand Eiger. Meski sudah sampai mendunia, tetapi ternyata banyak orang yang tidak tahu siapa orang dibalik kesuksesan Eiger.

Dia adalah Ronny Lukito, pria yang lahir pada 15 Januari 1962 di Bandung, yang sukses membangun brand Eiger hingga mendunia. Anak ketiga dari enam bersaudara ini merupakan anak laki-laki satu-satunya yang ada di keluarga, yang menjadi otak dari Eiger pada masa awal hingga hari ini.

Apa yang dicapainya sekarang ini, bukan perkara mudah. Kehidupan Ronny dikala muda sangat memprihatinkan, hal tersebut beralaskan karena keluarga mereka bukan dari keluarga berada.

Ketekunan dan rajin menjadi pegangan yang sedari muda telah ia miliki. Walaupun Ronny hanya lulusan Sekolah Teknologi Menengah (STM), namun dirinya tetap bekerja keras untuk menggapai mimpi-mimpinya.

Baca Juga  KemenKopUKM Terus Lakukan Intervensi Kebijakan Hulu dan Hilir bagi Pelaku Usaha Mikro

Sampai akhirnya Ronny memiliki produk tas khusus untuk pegiat outdoor yang diberi nama Eiger. Merek dagang tersebut lahir pada tahun 1993 yang mana nama Eiger diambil dari nama salah satu gunung yang ada di Swiss.

Produk alat-alat outdoor itu berkembang dari merek kecil dengan dua mesin jahit menjadi sebuah perusahaan industri outdoor & gaya hidup di Indonesia. Ronny mampu mengembangkan usaha toko tas milik ayahnya dari sebuah rumah kecil di Gang Tamrin Bandung menjadi produk ternama yang telah merambah dunia internasional.

Secara perlahan, anak laki satu-satunya dari enam bersaudara, pasangan Lukman Lukito dan Kurniasih ini memulai produksi tas dengan nama Butterfly. Nama Butterfly diambil dari merek mesin jahit buatan China yang dimilikinya waktu itu.

Baca Juga  Dukung Pembiayaan Petani, BRI Kolaborasi dengan Syngenta Indonesia melalui CENTRIGO™ Farming Ecosystem

Kegigihan membuat usaha yang awalnya hanya berskala rumah tangga dengan ekonomi keluarga pas-pasan, kini mampu berkembang pesat Ronny mampu membeli tanah seluas 6.000 meter persegi di kawasan Kopo, Kota Bandung, yang menjadi pabrik Eiger. Jenis usaha pun terus berkembang, hingga mampu membuka outlive store di Jalan Setiabudi dan EST Store di Jalan Sumatera, Kota Bandung.

Pada 1992, Ronny memperoleh penghargaan Upakarti Pemerintah Republik Indonesia atas usahanya menjalin kemitraan dengan para pengrajin tas. Ronny memberikan modal pada awal usaha bagi belasan perajin lalu memberi tas yang diproduksi para perajin.

Seiring pesatnya perkembangan Eiger, kini Ronny tak hanya memproduksi tas saja, melainkan banyak produk-produk yang dapat memenuhi kebutuhan perlengkapan dan peralatan untuk kegiatan di alam terbuka.

Baca Juga  Brukk! Dua Mobil Ringsek Tertimpa Batu di Cadas Pangeran

Pada 1998, Eiger masih belum memiliki toko, mereka memproduksi barang jualanya di sebuah rumah kontrakan dengan 2 penjahit. Berkat ketekunannya Ronny dan semangat pantang menyerah. (*)

 

Editor : Pebri Mulya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Perumda Tirta Kahuripan

Latest Articles