Senin, Juni 17, 2024

Sepenggal Kisah Ibnu Sutowo di Pertamina : Direktur Pertama dan Diberhentikan Soeharto

Indonesiadaily.net – Ibnu Sutowo adalah sosok yang memiliki sejarah panjang dalam pembentukan Pertamina. 

Ibnu pernah menjabat sebagai Direktur Pertamina. Namun, kariernya terhenti oleh Presiden Soeharto setelah tersandung kasus. 

Peristiwa itu berawal dari tahun 1957. Kala itu, KSAD A.H. Nasution menunjuknya sebagai pengelola PT Tambang Minyak Sumatera Utara (PT Permina) yang menjadi awal mula munculnya Pertamina.

Dalam riwayatnya, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ibnu Sutowo merupakan mantan tokoh militer Indonesia. 

Dikutip dari laman Perpusnas, Ibnu menamatkan pendidikan kedokteran di Surabaya pada 1940. Setelahnya, pria kelahiran 23 September 1914 ini menjadi dokter di Palembang dan Martapura. 

Pasca Kemerdekaan Indonesia pada 1945, mulai dari tahun 1946 – 1947, dia sempat bertugas sebagai Kepala Jawatan Kesehatan Tentara Sumatera Selatan.

Baca Juga  Cetak Pertumbuhan Kredit di Tengah Dinamika Global, Segmen UMKM dan Konsumer jadi Mesin Pertumbuhan Baru BNI

Selain itu, Sutowo juga pernah menjadi Panglima TT-II Sriwijaya pada 1955. Setelah itu, dia juga menempati beberapa jabatan strategis seperti Asisten IV Kepala Staf Angkatan Darat (1956-1958), Dirut PT Permina (1957-1968), Kepala Jawatan Minyak Gas & Bumi (1960-1963), Menteri Urusan Minyak Gas dan Bumi Kabinet Dwikora II dan Dwikora III (1966), hingga menjadi Dirut Pertamina pertama (1968).

Lalu pada tahun 1957, Ibnu Sutowo ditugaskan untuk mengelola PT Tambang Minyak Sumatera Utara (PT Permina). Pada perkembangannya, perusahaan tersebut bergabung dengan perusahaan minyak lain dan berganti nama menjadi PT. Pertamina. 

Setelah itu, Ibnu Sutowo pun menjadi Direktur Utama Pertamina yang pertama dengan masa jabatan 1968-1976. Awalnya, kepemimpinan Ibnu Sutowo di Pertamina membawanya menuju kesuksesan. 

Baca Juga  9 Partai Politik Mendaftar ke KPU di Hari Pertama, Berikut Daftar Lengkapnya

Semua ‘runtuh’ pada tahun 1970 dengan munculnya dugaan ada korupsi.

Presiden Soeharto kala itu langsung membentuk tim bernama Komisi Empat yang bertugas menyelidiki dugaan kasus korupsi yang terjadi di Pertamina. Beberapa waktu berselang, muncul temuan terjadinya penyimpangan. 

Hanya saja waktu itu tidak ada tindakan hukum apapun. Pada tahun 1975, Pertamina dilanda krisis. Hal ini membuat Dirut Ibnu Sutowo resmi diberhentikan. Dia meninggalkan Pertamina dalam pusaran utang mencapai USD 10,5 Miliar pada 1976. (*)

 

Editor : Pebri Mulya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles