Indonesiadaily.net, Jombang – Hari jadi Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang yang ke 978 Tahun ditandai upacara prosesi kirab Air Tujuh Sumber. Tujuh perempuan berpakaian ala putri keraton membawa cawan berisi air dikawal oleh sejumlah laki – laki berpakai layaknya prajurit kerajaan. Sejurus dibelakang mengikuti rombongan kirab gunungan hasil bumi berupa sayur dan buah.
Air yang disebut sebagai ‘Tirto Wening’ lantas dikumpulkan jadi satu dalam Gentong besar di pendopo Desa. Sementara puluhan gunungan hasil bumi di bagi – bagikan kepada masyarakat dan pengunjung.
Kepala Desa Karangdagangan, Tambit mengatakan dalam perayaan hari jadi Desa Ke 978, dilakukan kirap air dari 7 sumber dari berbagai sendang di Desa setempat maupun dari Kabupaten Tuban.
“Sebanyak 3 dari Sendang di Tuban yang berhubungan dengan sejarah Ronggolawe dalam mengintai musuhnya di Desa Karangdagangan,” kata Tambit kepada wartawan.
Tambit menambahkan secara sugesti maksud dari kirab air Tujuh Sumber yang disatukan dalam Gentong untuk menyirami bumi Desa Karangdagangan agar hasil bumi berupa sayur dan buah bisa tetap subur.
“Tentu saja juga untuk mengenang para pejuanh yang telah membuka Desa Karangdagangan,” ujarnya.
Sebagai Hari Jadi Desa yang pertama kali dirayakan secara meriah, pihaknya berharap generasi muda bisa mentauladani perjuangan para leluhur pendahulu. Dan keberadaan sekitar 17 Tumpeng gunungan hasil bumi bisa menjadi penanda rasa syukur masyarakat.
“Berharap Desa Karangdagangan bisa terus diberikan hasil panen Sayur dan Buah yang melimpah,” harapnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Tambit kepada masyarakat yang telah antusias merayakan hari jadi Desa dan bisa mewariskan sejarah kepada generasi muda.
“Terima kasih warga Karangdagangan dam semua pihak yang mendukung acara,” tandasnya.
Sementara itu, Haji Kardi selaku tokoh masyarakat setempat bersyukur bisa ikut ambil bagian mengenalkan sejarah, budaya dan hasil kerja keras warga di wilayah pertanian.
“Puji syukur atas keberkahan rizeki hasil bumi, berupa makanan sayur dan buah sebagai mata pencarihan utama warga Desa,” tutupnya.
Penulis : Prayo
Editor : Sigit