Polri Terlambat Ungkap Penembakan Polisi, Pengamat: Bisa Picu Bola Liar

Pengamat
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan membenarkan adanya peristiwa baku tembak antara Brigadir Polisi berinisial J dengan Bharada E. FOTO/MPI/RIANA RIZKIA

Indonesiadaily.net – Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menilai semestinya diera sekarang Polri mestinya dapat bertindak lebih cepat.

Hal itu disampaikanya karena Polri mengungkap kasus penembakan Brigadir J alias Nopryansah Yosua Hutabarat yang diduga dilakukan oleh Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, tiga hari setelah kejadian.

“Peristiwa ini sendiri dilaporkan terjadi pada Jumat 8 Juli 2022, pekan kemarin,” Bambang Rukminto, Selasa 12 Juli 2022.

Keterlambatan Polri dalam mengungkap kasus ini ke publik justru dinilai akan menimbulkan isu liar di tengah masyarakat dan mempersulit tim mencari fakta serta bukti di lokasi.

“Di era serba cepat seperti saat ini, menunda penjelasan pada publik hanya akan memunculkan asumsi-asumsi liar yang bisa menjadi bumerang bagi Polri sendiri,” kata Bambang kepada wartawan.***

Baca Juga  Ditembak Saat Pidato, Abe Shinzo Terkonfirmasi Meninggal Dunia

 

Sumber: Suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *