Pilpres 2024 Bisa Saja Diikuti Satu Pasangan Calon

ilustrasi pilpres
Ilustrasi

Indonesiadaily.net – Pelaksanaan Pemilu 2024, yakni di Pemilihan Presiden (Pilpres), bisa saja diikuti satu pasangan calon presiden-wakil presiden. Hal itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Sesuai dengan UU tersebut, jika hanya ada satu pasangan calon yang mendaftar, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap harus melanjutkan tahapan pilpres.

Mulanya, KPU membuka masa pendaftaran terhadap partai politik atau gabungan partai politik yang ingin mengajukan pasangan calon presiden-wakil presiden.

Apabila hanya ada satu pasangan calon yang didaftarkan, maka KPU membuka masa pendaftaran tambahan.

Jika masih tetap tidak ada yang mendaftar, KPU harus melanjutkan tahapan pelaksanaan. Hal itu diatur dalam Pasal 235 Ayat (6) UU Pemilu.

Baca Juga  6 Sayuran yang Bisa Menjaga Kesehatan Hati, Bisa Dimakan Setiap hari

“Dalam hal telah dilaksanakan perpanjangan pendaftaran sebagaimana dimaksud pada ayat (4) masih terdapat satu pasangan calon, tahapan pelaksanaan Pemilu tetap dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Undang-undang ini,” bunyi Pasal 235 ayat (6).

 

Demi mencegah itu, UU Pemilu mengatur kewenangan KPU untuk menolak pendaftaran pasangan calon diajukan oleh koalisi parpol, sehingga mengakibatkan koalisi parpol lainnya tidak dapat mendaftarkan Paslon.

Bahkan, dalam UU Pemilu itu ada sanksi juga bagi parpol atau gabungan parpol yang tidak bisa mengikuti Pemilu berikutnya bila tak mengajukan paslon.

Komisioner KPU Idham Holik mengatakan, pihaknya yakin parpol peserta Pemilu 2024 tak ingin pilpres hanya diikuti satu pasang calon saja.

Baca Juga  Jokowi Keluarkan Tiga Skema untuk Pembelian Pertalite dan Solar

Dia yakin partai politik peserta pemilu berupaya agar ada dua pasangan calon yang berkontestasi di pilpres.

“Saya berkeyakinan partai politik atau gabungan partai pengusul bakal pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden akan mematuhi ketentuan Pasal 229 ayat 2 UU Pemilu tersebut,” kata Idham.

Wacana calon tunggal di Pilpres 2024 sempat diucapkan dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin pada 1 Mei 2022 lalu.

Imin berkata pilpres dengan dua pasangan calon selama ini terbukti menimbulkan perpecahan di masyarakat. Menurutnya, pilpres sebaiknya diikuti tiga atau satu pasangan calon.

“Kalau tidak bisa tiga calon, jangan dua calon, mending calon tunggal,” kata Imin. (*)

Baca Juga  Bharada E Jadi Tersangka Pembunuh Brigadir J, Dijerat Pasal Pembunuhan

 

Editor : Pebri Mulya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.