Senin, April 15, 2024

Pengaturan Skor Laga PSS Sleman vs Madura FC : Lima Wasit Jadi Tersangka

Indonesiadaily.net – Pengungkapan kasus pengaturan skor di dunia sepak bola kembali menghebohkan publik. Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola pada Kamis (12/10) menetapkan dua individu baru, yakni wasit VW (Vigit Waluyo) dan DR (Dewanto Rahadmoyo), sebagai tersangka dalam dugaan praktik suap di Liga 2 musim 2018.

Irjen Pol Asep Edi Suheri, selaku Ketua Satgas Anti Mafia Bola, mengungkapkan bahwa DR memiliki peran sebagai penyandang dana. Ia diduga memberikan uang kepada VW dengan tujuan agar VW mempengaruhi perangkat pertandingan untuk memenangkan klub Y.

Nama Vigit Waluyo, atau VW, mencuat ke permukaan setelah disebutkan oleh Bambang Suryo dalam episode Mata Najwa bertajuk “PSSI Bisa Apa Jilid 1” yang tayang pada 28 November 2018. Dalam episode tersebut, Yanuar Herwanto, yang saat itu menjabat sebagai manajer Madura FC, menuturkan pengalaman klubnya menjelang pertandingan melawan PSS Sleman di babak 8 besar Liga 2.

Baca Juga  Cek Disini Jadwal Libur dan Cuti Nasional di Tahun 2024, Ada 27 Hari

Menurut Yanuar, sebelum pertandingan, dirinya dihubungi oleh Hidayat, salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI. Hidayat dilaporkan menawarkan sebuah “kesepakatan” agar Madura FC sengaja kalah, dengan janji bahwa PSS Sleman akan melakukan hal yang sama ketika bertandang ke Sumenep. Meskipun ditawarkan sejumlah uang yang cukup besar, Madura FC menolak tawaran tersebut.

Hidayat, ketika dihubungi tim Mata Najwa, membantah tuduhan tersebut. Ia mengklaim tidak ingat menawarkan uang, namun membenarkan bahwa ada oknum dari PSS Sleman yang menghubunginya.

Dewanto Rahadmoyo, atau DR, adalah individu yang pada tahun 2018 menjabat sebagai asisten manajer PSS Sleman. Pada 4 April 2019, bersama beberapa rekannya, ia diperiksa oleh Satgas Anti Mafia Bola. Ini bukan kali pertama Satgas bergerak. Sebelumnya, pada 27 September, empat wasit telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengaturan skor yang sama.

Baca Juga  Bagikan Trailer Film “Sri Asih”, Pevita Pearce Bikin Merinding

Asep, Ketua Satgas, mengungkapkan bahwa klub Y diduga memberikan uang suap sebesar 100 juta rupiah kepada para wasit. Klub yang bersangkutan saat ini bermain di Liga 1. Ketika meninjau kembali pertandingan Liga 2 musim 2018, pertandingan antara PSS Sleman melawan Madura FC pada 6 November 2018 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, menjadi sorotan utama.

Dalam pertandingan tersebut, banyak kejanggalan yang terjadi, mulai dari cedera mendadak yang dialami wasit utama hingga tindakan wasit yang membiarkan pemain PSS yang berada dalam posisi offside.

Para wasit yang terlibat dalam pertandingan kontroversial tersebut kini dihadapkan pada ancaman pidana dengan maksimal hukuman tiga tahun penjara dan denda sebesar 15 juta rupiah. Kasus ini menjadi peringatan bagi dunia sepak bola Indonesia agar selalu menjunjung tinggi sportivitas dan integritas. (*)


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles