Senin, April 15, 2024

Pelipat Surat Suara di Gudang KPU Depok Didominasi Kaum Ibu, Bawaslu Minta Ini

Indonesiadaily.net- Petugas pelipat surat suara Pemilu 2024 di gudang logistik KPU Depok didominasi ibu-ibu.

Untuk itu Bawaslu Kota Depok memberikan masukan terkait jam kerja petugas pelipat surat suara.

“Mulai 10 Januari kemarin kami beri masukan agar jam kerja proses pelipatan diperhatikan. Jangan sampai dini hari. Karena ini menyangkut ketelitian bagi petugas. Kan ini para petugas pelipatan surat suara didominasi oleh ibu – ibu. Jadi perlu ada manajemen waktu saat pelaksanaan tersebut,” ungkap Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kota Depok Andriansyah, Jumat (12/1/2024).

Andriansyah mengatakan
Bawaslu Kota Depok, Jawa Barat terus melakukan pengawasan proses pelipatan surat suara di gudang logistik wilayah Kabupaten Bogor selama tujuh hari secara melekat sampai selesai.

Baca Juga  SD Karakter GIS Sabet Juara I Sekolah Ramah Anak

“KPU Depok sudah melakukan pelipatan surat suara. Kami sebagai Bawaslu Depok melakukan pengawasan melekat di gudang logistik KPU Depok,” katanya.

Pelaksanaan pelipatan surat suara di gudang logistik di wilayah Kabupaten Bogor dilakukan KPU Depok dengan melibatkan 300 orang perhari.

“Dibagi dua sift. Satu sift delapan jam petugas pelipatan surat suara,” katanya.

Bawaslu Kota Depok melakukan pengawasan dengan secara melekat menugaskan empat orang untuk memantau proses pelipatan surat suara.

“Kami langsung turun mengawasi, ada empat orang petugas Bawaslu Depok. Dua orang di sift pertama dan dua orang di sift kedua,” ucapnya.

Selama pengawasan proses pelipatan surat suara di gudang logistik untuk Pemilu 2024 Bawaslu Kota Depok mencatat dan memberikan masukan kepada KPU Depok.

Baca Juga  PKS Putuskan Dukung Anies-Cak Imin di Pilpres 2024

“Kami mencatat ada beberapa poin terkait proses pelipatan surat suara yaitu terkait jam kerja. Pelaksanaan pelipatan surat suara sampai dini hari,” terangnya.

Terkait jam sampai dini hari akan berdampak pada ketelitian petugas saat melakukan proses pelipatan surat suara.

Andriansyah mengatakan Bawaslu Kota Depok juga tengah melakukan pendataan logistik surat suara dan lainya yang rusak.

“Ada beberapa surat suara yang rusak. Seperti salah potong, kena tinta. Itu semua dari pabrik saat ditemui penyortiran di gudang logistik. Untuk angka atau jumlah surat suara yang rusak kami masih melakukan rekap,” pungkasnya.

Penulis : M.Yadi
Editor : Nur Komalasari


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles