Kamis, Mei 30, 2024

Pahami 5 Makna PDKT Agar Tidak Galau Berkepanjangan

Indonesiadaily.net – Galau berhari-hari kerap bisa disebabkan karena si gebetan menghilang tiba-tiba atau ghosting. Atau bisa juga sedang merasa kesal karena menganggap gebetan adalah pemberi harapan palsu, karena tidak kunjung ‘jadian’.

Sebenarnya, ini bukan sepenuhnya salah dia. Bahkan bisa jadi kamu yang salah persepsi. Lho, kok bisa? Ya bisa, karena sebenarnya proses pendekatan itu bukan semata-mata untuk jadian atau mencari pacar. Yuk, simak 5 tujuan utama PDKT atau proses pendekatan biar kamu gak salah fokus lagi.

1. Mencari kecocokan, kalau gak cocok ya jangan dipaksa

Jadilah diri sendiri di depan gebetanmu, jangan berpura-pura menjadi orang lain agar dia tertarik. Begitu pula kamu, juga harus menilainya secara fair. Jika dia merasa gak cocok, terimalah dan jangan pernah merengek.

Baca Juga  Siapa Jim Geovedi, White Hacker Indonesia yang Pernah Geser Satelit China

Begitu juga sebaliknya, jika kamu merasa gak cocok dengan dia, sampaikan secara jujur dan jangan melakukan ghosting. Kamu harus tetap menghargainya, jadi komunikasikan dengan baik.

2. Mencocokkan visi dan misi ke depan

Kamu pernah menonton film Habibie dan Ainun 3 yang menceritakan hubungan romansa antara Ainun dan Ahmad? Jika pernah, kamu pasti tahu penyebab dari berakhirnya hubungan mereka. Ainun mempunyai visi untuk membangun negeri dan tetap di Indonesia, namun Ahmad lebih memilih untuk bekerja di luar negeri.

Karena perbedaan visi inilah, akhirnya Ainun memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Ahmad. Ainun akhirnya memutuskan hidup bersama Habibie yang memiliki kesamaan visi dengannya.

3. Mencari kesamaan pandangan dalam menjalani hidup

Cara pandang terhadap sesuatu merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Kamu dapat menanyakannya ketika kalian sedang makan berdua atau berkirim pesan. Cobalah sesekali menanyakan pendapatnya mengenai sesuatu, misalnya uang.

Baca Juga  Dampak Boikot, Barista Starbucks Ungkap Penurunan Jumlah Pelanggan

Jika dia adalah tipe orang yang money oriented dan memandang uang sebagai sesuatu yang harus dikejar dengan berbagai cara, sedangkan kamu adalah orang yang lebih menikmati menjalani semuanya dengan passion dan bukan tipe money oriented, pikirkanlah kembali apakah perbedaan itu akan menjadi konflik ke depannya, atau justru akan saling melengkapi.

4. Apakah bisa menerima kekurangan satu sama lain?

Jika kalian sudah saling mengenal dan mengetahui kekurangan masing-masing, maka kamu harus memikirkan apakah bisa menerima dan melengkapi kekurangan dia? Atau justru kekurangannya akan menjadi bumerang dalam hubungan kalian.

Jika kamu dan dia sepakat untuk menerima kekurangan masing-masing, kalian bisa melanjutkan ke hubungan yang lebih serius. Namun, jika kamu gak bisa menerima dia apa adanya, komunikasikan dengan baik agar setelah ini, kalian masih bisa berteman.

Baca Juga  Fakta Kenapa Indomaret dan Alfamart Kerap Berdekatan?

5. Bukan untuk buru-buru jadian

Jangan pernah menyangka jika tujuan akhir dari proses pendekatan adalah jadian. Hubungan yang terburu-buru akan menimbulkan masalah ke depannya. Kamu akan merasa pasanganmu berubah dan mungkin dia juga merasakan hal yang sama.

Karena fokusnya untuk jadian, maka sejak awal kalian akan menjadi orang lain demi memenuhi ekspektasi pasangan. Aslinya gak cocok, tapi tetap dipaksakan. Hal inilah yang akan menimbulkan konflik berkepanjangan dan kandasnya sebuah hubungan. (*)

 

Editor : Pebri Mulya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles