Senin, April 15, 2024

Leluasa Buka Data, Mahfud Akan Mundur dari Jabatan Menko Polhukam

 

Indonesiadaily.net -Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD mengaku sudah lama ingin mundur dari jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polhukam). Sehingga nantinya ia dapat lebih leluasa buka data.

“Saya merencanakan mengundurkan diri sebenarnya sudah lama, mulai debat pertama, agar bisa lebih leluasa buka data sebenarnya. Sehingga, lebih etis saya membaca data-data kalau saya tidak di pemerintahan,” ujar Mahfud seperti dikutip dari kompas.com.

Cawapres pasangan Ganjar Pranowo itu masih menunggu waktu yang tepat, agar keputusannya tidak menyinggung Presiden Jokowi yang telah mengangkatnya dan memberinya kepercayaan.

“Tetapi, pada waktu itu ada beberapa pertimbangan ya. Pertimbangannya perlu etika saya kepada Pak Jokowi. Saya dulu diangkat oleh beliau dengan sangat terhormat dengan penuh kepercayaan kepada beliau sebagai presiden rakyat dan saya harus mempersiapkan masa transisi baik-baik,” ungkapnya.

Baca Juga  Sembilan Bintang Temui Komisi I DPRD Kota Bogor, Ini Bahasannya

Meski demikian ia menegaskan tak pernah menggunakan fasilitas negara selama kampanye. Dia telah membuktikan hal itu selama tiga bulan terakhir dan bermaksud memberi contoh bagi pejabat lainnya.

“Saya juga tidak minta protokoler yang lebih dari yang ditentukan oleh pemerintah, KPU, dan sebagainya. Sehingga saya tidak minta didampingi pejabat apa pun kecuali yang melekat secara hukum,” katanya.

Dia justru mengecam perilaku pejabat yang memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan kelompok dalam memenangkan Pemilu 2024.

“Saya melihat banyak gejala-gejala di mana pejabat tidak se-fair saya di dalam menjalankan tugas, masih mencampur aduk antara keperluan politik dan tugas jabatan. Saya merasa saya harus konsekuen, untuk mengatakan bahwa saya akan menentukan sikap pada saatnya dengan baik-baik,” ujar dia.

Baca Juga  Mahfud Md Beberkan Sejumlah Kejanggalan Kasus Penembakan Brigadir J

Mempersiapkan pengunduran diri itu, Mahfud akan berkomunikasi dengan Presiden Jokowi serta Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud.

“Justru itu yang harus saya lakukan agar saya lebih menghormati beliau, dan momentumnya akan dibicarakan TPN dan pimpinan koalisi pengusung,” kata dia.

Menurutnya, itu merupakan etika lantaran dirinya terikat sebagai menteri secara kenegaraan. Sehingga, harus mengikuti ketentuan presiden, tapi di sisi lain sebagai cawapres Mahfud juga harus mengikuti partai pengusung.

“Ketemu dengan TKN nanti akan ditentukan cara yang terbaik, bukan cara yang meremehkan atau ngambek, dan sebagainya,” pungkasnya.(*)

 

Editor : Nur Komalasari


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles