Komplotan Pengoplos Gas LPG di Tangerang Diciduk Polisi

Indonesiadaily.net – Komplotan pengoplos gas LPG bersubsidi ke non subsidi di Kampung Melayu Timur, Gang Pelor, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, diciduk polisi.

Kompoltan tersebut berjumlah lima orang dengan inisial K, MY, H, MT dan AM. Mereka mempunyai peran masing-masing. Ada yang menjadi otak pelaku kejahatan, kuli angkut, dan sopir yang mengantarkan tabung-tabung untuk dijual kembali.

“Sudah kita amankan sindikat pengoplosan tabung gas LPG dengan cara memindahkan isi tabung gas 3 kilogram subsidi ke dalam tabung 12 kilogram. Itu sudah berjalan selama 4 bulan,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho dalam keterangannya, Kamis (24/11/2022).

Menurut Zain, komplotan tersebut belajar dari Youtube untuk memindahkan gas dari tabung elpiji 3 Kilogram ke tabung gas elpiji 12 kg.

Baca Juga  BPK Sebut Uang Rp 100.000 dan Rp 50.000 Mudah Dipalsukan

“Dari hasil penggerebekan, polisi turut mengamankan 135 tabung kosong 3 kilogram, 97 tabung 12 kilogram sudah diisi, 10 tabung 12 kilogram kosong, dan 18 tabung 3 kilogram masih berisi 3 selang regulator dan mobil bak terbuka,” ungkap Zain.

Selama melakukan aksinya, kata Zain, para tersangka meraup keuntungan hingga Rp 200 juta.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat pasal 40 angka 9 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atas perubahan ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan atau Pasal 62 Ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf b dan c Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 32 ayat (2) jo Pasal 31 Undang-undang Nomor 2 Tahun 1981 Tentang Metrologi Legal.

Baca Juga  Keren, Bogor Raih Emas Terbanyak Cabor Beladiri dalam Porprov XIV

“Saya memperingatkan agar tidak ada lagi oknum berbuat curang melakukan pengoplosan gas LPG subsidi ke LPG non subsidi. Sebab selain terancam hukuman penjara selama 6 tahun juga dapat berpotensi mengakibatkan meledaknya gas saat pengoplosan dan dapat merugikan masyarakat,” pungkasnya.

 

Penulis : Ihya Ulumuddin
Editor : Nur Komalasari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *