Kamis, Mei 30, 2024

Ketua PBNU : Masyarakat Harus Bedakan Kiai dengan Dukun

Indonesiadaily.net – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrur Rozi mengharapkan, masyarakat bisa memahami untuk membedakan dukun dan kiai.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan adanya fenomena sosok Gus Samsudin dari Blitar Jawa Timur yang kerap mendokumentasikan aksi sulapnya melalui kanal YouTube.

Menurut Fahrur, yang membedakan dukun dengan kiai adalah, dukun memakai trik, sedangkan kiai memiliki karomah atau kemuliaan.

“Kita harus selektif. Kita kan kadang dukun di kiai-kan, itu salah. Jangan kiai-kan dukun. Masyarakat mesti ditekankan bahwa kalau karomah itu tidak diobral. Karomah itu diberikan kepada wali, kekasih Allah, tidak untuk jualan, tidak untuk komersil atau konten. [Kalau dukun] itu tipuan, sihir, atau sulap,” kata Gus Fahrur mengutip dari laman resmi NU, Selasa 2 Agustus 2022.

Baca Juga  Usai Cerai dari Pernikahan Ketiganya, Ini Doa Dewi Perssik untuk Kehidupannya

Gus Fahrur mengatakan kemuliaan seseorang bisa dilihat dan dibuktikan dari ilmu dan amalnya, bukan dari keanehan yang dilakukan. Karena, para kiai yang memiliki kemuliaan adalah mereka yang mengikuti sunah dan syariat.

“Nabi tidak mengajari yang aneh-aneh. Mengajari salat dan kebaikan. Tapi ukurannya Nabi. Kalau (perilaku) mereka tidak cocok dengan Nabi atau walaupun bisa terbang, tetap itu bukan wali,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Annur Bululawang, Malang, Jawa Timur itu.

Gus Fahrur menegaskan, karomah tidak mungkin keluar dari tangan sembarang orang. Sebagaimana halnya mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad.

Mukjizat yang dimiliki nabi, kata dia, dibuktikan Nabi Muhammad sebagai karunia dari Allah pada waktu tertentu saja, tidak pernah diobral.

Baca Juga  Pemerintah Percepat Sosialisasi UU Cipta Kerja untuk Perkuat Posisi KUMKM

“Itu pun sifatnya hanya untuk menguatkan kenabian. Sementara wali juga begitu, ada karomah. Syekh Abdul Qodir Al Jailani pernah mengingatkan jangan kamu heran kalau ada orang bisa jalan di atas air atau terbang di angkasa, sebab burung bisa terbang dan ikan malah jalan di dalam air,” terang Gus Fahrur.

Dengan penjelasannya, Gus Fahrur berharap masyarakat bisa lebih menyadari fenomena keanehan di luar nalar yang kerap terjadi. Melihatnya secara kritis agar tidak melulu tertipu dengan aksi sulapan-sulapan.

Nama Gus Samsudin mendadak viral lantaran warga sekitar meminta untuk menutup Padepokan Nur Dzat Sejati miliknya yang terletak di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Warga menilai tempat itu diduga melakukan penipuan bermodus pengobatan atau rukiyah.

Baca Juga  Ditangkap BNN di Tangerang, Oknum TNI AD Simpan Ganja 50 Kg di Tempat Kos

Samsudin menolak desakan warga untuk menuntut padepokan setelah disebut melakukan praktik penipuan. Samsudin mengaku tetap akan membuka padepokan karena dirinya tidak bersalah dan tidak merugikan pihak manapun. Selain itu, dia mengklaim padepokan miliknya telah memiliki izin tempat dan praktik.

Samsudin juga pernah terlibat cekcok dengan salah seorang Youtuber ‘Pesulap Merah’ atau Marcel Radhival. Dalam video yang diunggah oleh akun Youtube Marcel Radhival, terlihat bahwa ia beberapa kali berseteru dengan Samsudin. Beberapa videonya kerap mematahkan aksi gaib dari sang ahli spiritual. (*)

 

Editor : Fenilya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles