Senin, April 15, 2024

Jumadi Subur, Fokus di Dunia Pendidikan dengan Memperkenalkan Konsep HR for School sebagai Solusi Manajemen SDM Sekolah

Indonesiadaily.net – Bagi penggiat dunia pendidikan di wilayah Jabodetabek pasti tidak asing lagi dengan konsep Manajemen SDM Sekolah yang dikenal dengan HR for School. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Jumadi Subur, seorang expert atau pakar di dunia manajemen SDM.

Dunia pendidikan merupakan pusat pencetak calon-calon pemimpin masa depan, tempat dilahirkannya sumber daya manusia unggul yang akan menjadi penerus kepemimpinan dan kepengurusan negara ini, maka pengelolaan lembaga pendidikan juga harus profesional, khususnya dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) harus benar-benar dikelola dengan profesional.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Jumadi Subur dalam berkontribusi bagi peningkatan kualitas manajemen sekolah adalah dengan membuat program pelatihan Manajemen SDM Sekolah yang dikemas dalam program Workshop HR for School, yaitu sebuah program pelatihan selama 2 hari untuk mendalami seluruh aspek Manajemen SDM Lemabaga Pendidikan, mulai dari Perencanaan SDM (Manpower Planning), Rekrutmen, Pelatihan dan Pengembangan, Kompensasi dan Benefit, Penilaian Kinerja, Manajemen Karir, Peraturan Ketenagakerjaan, Hubungan Industrial hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Selama ini sudah cukup banyak pelatihan dan penerapan Manajemen SDM di perusahaan, namun belum banyak yang membahas secara khusus untuk Sekolah atau Lembaga Pendidikan.

Jumadi Subur 3

Melalui lembaga yang didirikan Jumadi Subur, Tatakelola consulting, Jumadi Subur memulai program ini dengan mengambil bassecamp di Bogor, sebagai kota terdekat dengan wilayah Jabodetabek yang memiliki suasana mendukung dalam proses pembelajaran atau pelaksanaan program pelatihan. Dengan mengambil lokasi pelatihan di Bogor diharapkan memudahkan peserta yang datang dari wilayah Jabodetabek maupun dari seluruh wilayah Indonesia karena mudah dijangkau dari titik pusat Ibukota Jakarta.

Kepada BogorDaily.Net (Indonesiadaily.net Group), Jumadi Subur pun membagikan perjalanan panjangnya merintis, memperkenalkan dan memberikan pelatihan tentang Manajemen SDM Pendidikan melalui Program HR for School yang dikelolanya.

Berikut petikan wawancaranya.

Boleh ceritakan awal perjalanan membuat program pelatihan Manajemen SDM Sekolah atau HR for School ini dan tantangan yang Anda hadapi?

Setelah mengambil program pensiun dini dari sebuah perusahaan telekomunikasi internasional, saya ingin fokus pada bidang pelatihan dan pengembangan SDM, ingin menjadi seorang trainer. Namun saat itu saya belum menemukan personal brand yang sesuai unik sebagai diferensiasi materi training saya dengan ribuan trainer yand ada di Indonesia.

Saya lalu mengikuti program Trainer Mentoring Program, yang dilesenggarakan oleh salah satu komunitas trainer terbesar di Indonesia dibawah bimbingan Pak Jamil Azzaini dan Dr Indrawan Nugroho. Di sana saya menemukan bahwa saya harus memiliki spesialiasi sendiri di bidang training ini.

Lalu cerita berlanjut, kebetulan anak-anak saya yang ada 6 orang semua sekolah di sekolah swasta dan mengikuti program Boarding School, saya menemukan bahwa pengelolaan sekolah swasta terutama dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia-nya perlu dilakukan improvement. Peningkatan kualitas pengelolaan SDM, peningkatan layanan dan peningkatan aspek manajemen lainnya. Kemudian saya menawarkan diri untuk melatih karyawan dan pengelola lembaga-lembaga swasta tersebut. Modul-modul pelatihan ini mengerucut pada tema pengelolaan Manajemen SDM Lembaga Pendidikan yang kemudian saya beri nama HR for School.

Baca Juga  Libur Lebaran, Rivera Bogor Tawarkan Wahana Baru yang Seru

Sejak tahun 2017 kami meluncurkan program pelatihan yang dulu kami beri judul Professional Human Resource Management, lalu lahirlah brand HR for School ini. Sampai sekarang sudah 20 batch pelatihan terselenggara dengan jumlah peserta ratusan sekolah dan lembaga pendidikan swasta lainnya.

Jumadi Subur 2

Alhamdulillah program ini disambut baik dunia pendidikan, terutama oleh para pengelola lembaga pendidikan swasta dari seluruh Indonesia. Mereka mengirimkan tim manajemen terutama divisi yang mengelola bagian SDM untuk mengikuti workshop dan mengikuti program pendampingan (coaching) dalam mengelola SDM di lembaga yang mereka kelola.

Apa yang mendasari Anda untuk memilih karier yang dijalani saat ini?

Menjadi seorang trainer adalah profesi yang berpotensi mendatangkan manfaat banyak,kita dituntut untuk terus belajar, meningkatkan pengetahuan, mempelajari hal-hal baru terutama dalam mencari solusi masalah ketenaga kerjaaan yang terjadi di lembaga.

Saya sendiri melandasi pilihan profesi ini atas 3 alasan: pertama karena ingin menebar manfaat lebih besar, ilmu yang saya peroleh dari pengalaman profesional selama kurang lebih 20 tahun bekerja di korporasi dengan pengalaman di berbagai divisi dan area kerja mengajarkan saya banyaka hal khususnya yang terkait dengan mengelola manusia (people management) terutama 5 tahun terakhir saat saya bertugas di divisi HR. Alasan yang kedua adalah potensi pengembangan diri, karena seperti saya sampaikan sebelumnya, profesi ini menuntut kita harus selalu upgrade diri. Kesempatan belajar justru banyak datang dari sharing pengalaman para peserta terkait dengan pengelaman mereka mengelola lembaga. Dan alasan yang ketiga, banyak diketahui orang bahwa menjadi trainer mendatangkan banyak potensi penghasilan kan, selain professional fee sebagai trainer, kita juga bisa mendapatkan hasil dari buku dan berbagai potensi lainnya.

Di atas semua itu, kami ingin memberikan kontribusi untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia terutama di bidang pendidikan. Melalui program pelatihan dan pendampingan yang kami jalankan, kami berharap bisa bermanfaat dalam meningkatkan kualitas SDM terutama SDM bidang pendidikan.

Bagaimana momen up and down dalam karier Anda? Dan bagaimana Anda bangkit saat berada di posisi terendah saat itu?

Setiap orang saya rasa pernah mengalami masa seperti itu. Di awal mengawali program ini, tidak banyak yang mengikuti program kami. Membuat kelas workshop tanpa ada peserta yang mendaftar. Menawarkan program pelatihan dengan mengirim surat door to door dari satu lembaga ke lembaga yang lainnya, hingga saat ini bersyukur ada media sosial dan teknologi yang membuat kami dikenal banyak lembaga di seluruh Indonesia dan juga melalui referensi dan testimoni dari alumni pelatihan kami.

Baca Juga  Deddy Corbuzier Bukan Satu-satunya, Berikut Orang Penerima Pangkat Letnan Kolonel Tituler

Ya, ada momen di saat saya merasa yang saya lakukan seperti tidak membawa dampak apa-apa, tanpa hasil signifikan dan kadang merasa nggak ada dukungan dari siapa-siapa. Pernah juga, saya merasa kehilangan motivasi dan rasanya mau mencoba hal baru.

Tapi saya punya trik sendiri untuk menghibur diri dan mengalihkan segala persoalan. Bukan melupakan, namun mengalihkan. Saya suka melihat pemandangan dan suka menulis, jadi biasanya saya meluangkan waktu mengunjungi tempat-tempat yang pemandangannya indah, mencari inspirasi baru dan menguatkan diri. Juga menuangkan dalam tulisan, baik itu di blog atau media lainnya.

Jadi saya liburan selama yang saya perlu. Dan kembali beraktivitas dengan mood lebih baik dan pikiran yang fresh. Yang tidak kalah penting adalah melakukan meditasi. Jadi saya suka meluangkan waktu untuk merenung dan momen me time bersama Tuhan, melalui dzikir malam dan ibadah sunah lainnya.

Apa motivasi terbesar Anda dalam menjalani karier? Apa yang membuat Anda bertahan hingga berada di posisi sekarang?

Memang passion saya bidang training. Motivasi saya adalah membuat para peserta mendapatkan inspirasi baru untuk melakukan perubahan baik dalam profesinya, meningkatkan kualitas kerja dan pelayanannya kepada semua stake holder usahanya. Membuat kelas yang menyenangkan dan berdampak, melihat respon peserta yang semakin bersemangat dalam menjalani kariernya adalah salah satu kebahagiaan yang tidak ternilai bagi saya.

Melihat perkembangan lembaga yang saya dampingi menjadi lebih baik, lebih berkembang dan terus bertumbuh adalah keinginan dari semua coach seperti saya. Itulah yang membuat saya bertahan dan terus mengembangkan program-program yang inovatif dan bermanfaat bagi mitra kami.

Apa impian terbesar yang ingin Anda wujudkan? Jika ada yang belum terwujud, bagaimana langkah-langkah Anda dalam mewujudkannya?

Saya orang yang senang bermimpi, banyak impian yang ingin saya wujudkan. Salah satunya adalah ingin memiliki Training Centre yang komprehensif. Ada gedung perkantoran, ada villa untuk tempat tinggal para peserta training, memiliki fasilitas tempat ibadah, coffee shop dan tempat outbound yang representatif. Dan semua itu berada dalam satu lokasi, komplek pusat pelatihan yang lengkap dan terintegrasi.

Keinginan saya yang lain, HR for School menjadi pusat pembinaan SDM lembaga pendidikan yang berkontribusi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, saya ingin agar bisa mendampingi 1000 lembaga dalam 2 tahun ke depan.

Langkah-langkahnya, mulai dari membuat maket atau gambaran visual Training Centre tersebut, merintis program dan menyiapkan infrastrukturnya. Ya, perlahan-lahan, dimulai dari sedikit, mulai dari yang kecil-kecil dulu. Semoga ini menjadi bola salju yang akan terus membesar dan berkembang.

Tadi Anda bilang suka menulis, mungkin bisa berbagi dengan kami bagaimana Anda punya waktu melakukannya dan buku apa saja yang sudah diterbitkan?

Sudah ada 12 buku yang saya terbitkan dan dijual ke publik dan ada lebih dari 30 electronic book yang saya tulis dimana sebagiannya dijual dan seringnya saya jadikan hadiah (give away) untuk program seminar atau pelatihan. Diantara buku yang mendapatkan minat banyak praktisi Manajemen SDM adalah buku Practical HR, dimana saya sebut buku ini sebagai Contekan atau Panduan Praktis bagi para Praktisi SDM dan Professional HR dalam merekrut, mengelola, mengembangkan dan menjaga talenta di lembaga nya.

Baca Juga  Peningkatan Pengetahuan dengan Optimalisasi Greenhouse pada Kelompok Pendawa Tani di Cikarawang, Bogor

Ceritakan pengalaman paling berkesan/berharga dalam menjalani karier Anda sebagai seorang Trainer/Coach?

Banyak banget pengalaman berkesan. Setiap momen kolaborasi dan pertemuan baru dengan mitra itu selalu mengesankan dan berharga buat saya. Cerita mereka tentang kondisi SDM di lembaganya, sharing tentang tantangan dan saya bisa memberikan pandangan saya tentang hal tersebut. Jika ternyata itu bisa diterapkan dan membawa perubahan baik, bukankah itu momen yang sangat berkesan?

Momen berkesan lainnya adalah bertemu dengan para pejuang pendidikan yang dengan penuh keikhlasan meluangkan hidupnya untuk membangun institusi pendidikan, membuat program pembinaan dan mereka rata-rata sudah melakukan dalam kurun yang lama, ada yang sudah puluhan tahun bahkan usaha non profit itu sudah dilakukan hingga turun temurun. Ini adalah kesan yang luar biasa.

Setiap kolaborasi dan pertemuan baru merupakan rejeki berharga yang selalu kami syukuri.

Profil Singkat

Jumadi Subur, seorang praktisi dan konsultan SDM yang fokus pada pelatihan dan pendampingan di bidang Manajemen SDM Sekolah atau Lembaga Pendidikan dengan programnya HR for School. Bersama timnya, mengembangkan program pelatihan/workshop HR for School dan program-program lain dalam pembinaan SDM di lembaga pendidikan seperti Leadership and Managerial development Program for School Leaders, Corporate Mindset for School Management dan inhouse training Excellent Service for Great School.

Nama Lengkap : Jumadi Subur, SE, MM, CPHR
Lahir : Kudus, 26 Oktober 1975
Almamater : S2 Magister Management Universitas Slamet Riyadi Surakarta dan sedang menempuh Program Doktoral bidang Manajemen SDM di Universitas Pakuan Bogor.
Jabatan Saat ini : Trainer/Coach di Tatakelola Consulting.

Setelah hampir 20 tahun berkarir di Perusahaan Telekomunikasi Internasional, dimulai dari seorang teknisi operasional sejak lulus SMK hingga pernah memegang jabatan manager untuk berbagai divisi, memiliki pengalaman di divisi IT, marketing, sales, customer service, auditor hingga menjadi kepala cabang di berbagai kota, dan sebelum mengikuti program pensiun dini, berkarir di divisi HR di perusahaan tersebut.

Pernah juga menjadi General Manager di sebuah perusahaan Outsourcing dan menjadi Konsultan HR di beberapa perusahaan dan lembaga pendidikan.

Sejak mengawali profesi sebagai professional trainer di tahun 2017 sudah ada lebih dari 200 kelas training bi bidang pengembangan SDM yang dikelolanya dengan peserta lebih dari 400 lembaga dan 100 diantaranya telah mengikuti program pendampingan bersamanya. (*)


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles