Kamis, Juli 18, 2024

Jangan Panaskan Makanan Ini Saat Sahur Bisa Berubah Jadi Racun

 

Indonesiadaily.net – Ada sederet makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali setelah dimasak. Hal ini karena jika dipanaskan kembali bisa kehilangan nutrisinya dan berubah jadi racun, apa saja?

1. Makanan Bersantan

Menu berbuka pertama yang jangan dipanaskan kembali, apalagi lebih dari satu adalah makanan bersantan. Pasalnya, saat dipanaskan akan membuat kandungan asam lemaknya berubah menjadi lemak jenuh dan meningkatkan kolesterol jahat.
Terlalu banyak lemak jahat dalam tubuh bisa berdampak buruk, seperti menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah, serta menyumbat aliran darah ke jantung dan otak. Mengutip CNN Indonesia, dampak lainnya bisa berisiko terkena penyakit jantung, obesitas, hingga stroke.

2. Telur

Punya sisa telur yang telah dimasak, jangan dipanaskan kembali. Menurut FDA, telur yang sudah dingin atau didiamkan lama dapat menjadi sarang berkembang biaknya bakteri salmonella.

Memanaskan telur kembali bisa menyebabkan keracunan makanan.

Baca Juga  Deretan Penyakit Ini Digolongkan Sebagai Endemi, Apa Saja?

3. Sayur bayam

Sayur bayam memang memiliki umur yang sangat pendek. Bayam kaya akan kandungan nitrat dan zat besi. Jika dipanaskan kembali, nitrat dalam bayam bisa berubah menjadi nitrit dan karsinogen lain, yang diketahui dapat menyebabkan kanker pada jaringan hidup.

4. Ayam

Melansir The Sun, Dr Stacey Duvenage dari Institut Sumber Daya Alam di Universitas Greenwich di London menyampaikan, memanaskan kembali ayam sebenarnya boleh saja, asalkan suhunya tepat.

Suhu yang tepat dalam memanaskan kembali ayam ini bermanfaat untuk membunuh bakteri yang ada.

Untuk membunuh bakteri yang ada, suhu keseluruhan 75 derajat celcius harus dicapai di bagian paling tebal dari potongan tersebut .

5.Kentang

Salah satu karbohidrat terbaik ini bisa kaya vitamin dan mineral. Namun, setelah dimasak, didinginkan, dan dipanaskan kembali, tubuh akan kesulitan mencernanya.

Dr Duvenage mengatakan Clostridium botulinum dan bakteri lain juga dapat muncul jika kentang dibiarkan selama beberapa jam. Gejala keracunan yang bisa dirasakan, bisa mual, muntah, diare, dan sembelit.

Baca Juga  Cegah Inflasi, Walikota Tangsel Harap Warganya Tak Konsumtif Selama Ramadhan

6. Jamur

Mengutip The Independent, jamur memiliki protein yang mudah dihancurkan oleh enzim dan mikroorganisme, menurut Dewan Informasi Pangan Eropa.

Jika tidak disimpan dengan benar, jamur akan cepat rusak dan bikin sakit perut setelah dipanaskan kembali. Namun lebih lanjut, Dewan mengatakan jika jamur disimpan di lemari es dan tidak lebih dari 24 jam, secara umum tidak ada masalah untuk dipanaskan kembali. Suhu yang disarankan adalah 70 derajat Celcius.

7. Seafood

Menurut FDA, makanan laut segar yang ditangkap dan segera dibekukan aman untuk dipanaskan kembali. Namun, makanan laut segar atau matang yang disimpan dalam suhu ruang bisa mengandung bakteri yang menyebabkan penyakit bawaan makanan.

Mengutip Business Insider, memanaskan kembali seafood tidak membunuh bakteri. FDA menyarankan agar sebaiknya
membuang seafood jika telah dibiarkan di luar lemari es selama lebih dari dua jam. Pasalnya, bakteri dapat tumbuh dengan cepat.

Baca Juga  Banser Depok Siap Bantu Aparat Jaga Keamanan Selama Ramadan

8. Nasi

Menurut Badan Standar Makanan, cara penyimpanan nasi dengan baik lebih penting dibandingkan dengan memanaskannya kembali.

Jika nasi dibiarkan pada suhu ruangan, maka spora akan berkembang biak dan dapat menghasilkan racun yang membuat muntah atau diare. Dengan memanaskannya kembali, tentu tidak akan menghilangkan racun tersebut.

9. Daging olahan

Jangan panaskan kembali daging olahan. Pasalnya, makanan ini mengandung bahan kimia dan pengawet yang jika dipanaskan kembali bisa memperburuk kondisi. Demikianlah dikutip dari Times Food.

10. Ikan

Jangan panaskan kembali ikan, contohnya ikan lele yang tidak berminyak. Karena hal ini akan meninggalkan rasa kurang enak. Demikian seperti yang dikutip dari Southern Living. (*)

 

 

 


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles