Kamis, Mei 30, 2024

Jadi Tersangka, Said Tuding Ada Oknum yang Bermain

Indonesiadaily.net – Komplik Yayasan At Taufiq Bogor masih bergulir panas. Ketua Pembina Yayasan At Taufiq Icat Bogor (Yatib), Said Awad Hayaza pun angkat bicara terkait dirinya yang dijadikan tersangka oleh pihak penyidik Polres Bogor.

Untuk diketahui dalam kasus ini ada dugaan dua tersangka yang di klaim Yayasan Al Irsyad Al Islamiyyah dalam perkara tindak pidana menempati tanah dan memasuki pekarangan tanpa ijin yang memicu konflik di Sekolah Islam Terpadu At Taufiq di Jalan Cimanggu Permai I, Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Didampingi kuasa hukumnya, Said Awad Hayaza menegaskan bahwa dirinya mempertanyakan alasan Penyidik Polresta Bogor menetapkan dirinya  sebagai tersangka atas tuduhan tindak pidana menempati tanah dan memasuki pekarangan, pasal 167.

Sebab, kata Said, dimasa lalu juga pernah pihaknya dilaporkan dengan pasal yang sama, dengan obyek yang sama, namun telah keluar SP3 yang merupakan produk Kepolisian. Sehingga aneh jika hal tersebut diulangi lagi, terlebih lagi laporan dibuat oleh pihak yang mengaku sebagai Nadzir kepada seorang Wakif Yuridis.

Baca Juga  Pembunuh Wanita Bertato Kupu-kupu Ternyata WNA Sri Lanka

Meskipun demikian pihaknya saat ini tetap kooperatif dan sekarang masih berproses perkara dengan asas praduga tak bersalah. Dan pasal ini menurutnya masih dalam pasal tindak pidana ringan.

“Sebenarnya kasus pelaporan ini sudah pernah terjadi, dimana Al Irsyad melaporkan pembina dan direktur At Taufiq dengan tuduhan yang sama yakni memasuki pekarangan tanpa ijin, namun itu tidak terbukti dan menjadi SP3 kasusnya,” ucap Said kepada awak media di Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor pada Rabu 7 September 2022.

Said pun mempertanyakan kepada pihak kepolisian mengapa kasus ini bisa diulangi lagi, sedangkan dalam hukumnya suatu peristiwa atau suatu perkara yang sudah menjadi SP3 tidak bisa dilaporkan kembali.

“Jadi patut diduga di sini ada oknum yang ikut mengkondisikan seperti itu. Kemudian, kami juga mempertanyakan ada kasus yang lebih besar yang sudah kami laporkan ke Polresta yakni dugaan pemalsuan dokumen oleh pihak Yayasan Al Irsyad yang ancaman hukumannya lebih berat, namun tidak juga  jalan. Sementara kasus ringan seperti ini justru di jalankan oleh teman-teman di Polresta,” tegasnya.

Baca Juga  Residivis Maling Motor di Tangerang Kembali Dibekuk Polisi

Sementara itu, Kuasa Hukum Yatib, Akhlan, SH menambahkan, kasus seperti ini seharusnya tidak melebar karena masuk dalam perkara tipiring atau tindak pidana ringan.

“Maka dari ini kami sampaikan bahwa kita akan upayakan hukum lain dan kasus ini pun sudah di pantau oleh pihak yang berwajib juga. Kita akan menyelesaikan ini secara kekeluargaan dan secara baik-baik,” ungkapnya.

“Dimana pasal 167 ini tidak akan melebar kemana-mana dan harus di diselesaikan secara kekeluargaan. Kenapa? Karena salah satu tersangka yang dilaporkan saat ini merupakan salah satu pewakif yang mewakafkan tanahnya. Bagaimana logikanya seorang pewakif, yaitu Syarif Ahmad Azzubaidi, orang yang mewakafkan tanahnya secara Yuridis dilaporkan karena memasuki pekarangannya tanpa ijin?,” tambahnya.

Baca Juga  Keren, Yogyakarta Siap Jadi Tuan Rumah Asean Tourism Forum

Akhlan menuturkan, status tersangka ini bukan harga mati seperti terpidana karena pihaknya masih memiliki upaya hukum lainnya.

Sementara itu, perwakilan orang tua murid, Edwin menjelaskan, tentang kehadirannya di Polresta Bogor.

“Kami sebagai perwakilan orangtua murid MI, Mts, dan MA Taufiqi School tetap memberikan dukungan moril kepada Ust. Syarief dan Pak Said yang selama ini sudah berjuang dalam menegakkan amanah wakaf dari wakif syar’i Muhammad Said Babaidhon, dan juga telah memberikan solusi bagi orang tua dan murid dengan menyediakan wadah sekolah baru yaitu Taufiqi School, yang para pengajarnya adalah guru-guru yang selama ini mengajar di At-Taufiq di bawah kepemimpinan Ust Syarief sejak sekolah At-Taufiq berdiri. Semoga status tersangka yang diberikan saat ini bisa berakhir SP3 sebagaimana sebelumnya,” ungkapnya.

Editor: Liyani

Reporter: Ibnu Galansha


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles