Kamis, Juli 25, 2024

Ini Janji Sri Mulyani untuk Utang Indonesia

Indonesiadaily.net – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati berkomitmen untuk menjaga utang Indonesia. Terutama menurunkan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) kembali ke level di bawah 3% atas produk domestik bruto (PDB).

“Pemerintah akan mengendalikan defisit APBN dan menjaga manajemen utang dalam batas aman melalui komitmen pelaksanaan konsolidasi fiskal pada 2023,” tegasnya.

Sri Mulyani juga akan berhati-hati dalam penerbitan surat berharga negara (SBN) di saat tingginya ketidakpastian global. Dengan begitu, penarikan utang tidak memakan biaya yang sangat besar.

“Pemerintah menerapkan strategi pembiayaan yang fleksibel, oportunis namun tetap hati-hati,” ujarnya.

Hingga akhir Juni 2022 APBN tercatat surplus sebesar Rp 73,6 triliun atau 0,39% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Keseimbangan primer juga masih surplus dengan besaran Rp 259,7 triliun.

Baca Juga  Heboh Trailer Sri Asih, Film Mendarat Darurat Tayang Perdana Hari Ini

Posisi utang pemerintah pada Juni 2022 mencapai Rp 7.123,62 triliun. Lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Mei 2022 yang sebesar Rp 7.002,24 triliun.

Sementara itu untuk rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kini berada di level 39,56%.

Berdasarkan jenisnya, utang pemerintah didominasi oleh instrumen SBN yang mencapai 88,46 persen dari seluruh komposisi utang akhir Juni 2022. Sementara berdasarkan mata uang, utang Pemerintah didominasi oleh mata uang domestik (Rupiah), yaitu 70,29 persen.

Selain itu, saat ini kepemilikan oleh investor asing terus menurun sejak tahun 2019 yang mencapai 38,57 persen, hingga akhir tahun 2021 tercatat 19,05 persen, dan per 5 Juli 2022 mencapai 15,89 persen. (*)

Baca Juga  Presiden Bagikan KUR Sebesar 500 Juta Untuk UMKM

 

Editor : Fenilya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles

Perumda Tirta Kahuripan