Senin, April 15, 2024

Ini Efek Samping Minuman Berenergi Bagi Kesehatan Mental Anak

Indonesiadaily.net – Minuman berenergi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di kalangan remaja.
Dibalik rasanya yang enak ternyata ada banyak efek samping yang berpotensi membahayakan kesehatan, terutama bila dikonsumsi secara berlebih oleh anak-anak dan remaja. Apa saja efek samping konsumsi minuman berenergi? Berikut penjelasannya.

Dalam sebuah tinjauan sistematis, para peneliti memeriksa 57 penelitian tentang efek minuman energi pada anak-anak dan remaja hingga usia 21 tahun. Para peneliti mengamati data tersebut dari Januari 2016 hingga Juli 2022.

Kemudian, hasil yang dipublikasikan pada 15 Januari 2024 menunjukkan bahwa remaja laki-laki mengonsumsi lebih banyak minuman energi dibandingkan perempuan. Para peneliti juga menemukan hubungan antara konsumsi minuman energi dan perilaku berbahaya seperti merokok, alkohol, dan penggunaan narkoba.

Baca Juga  Retribusi Puskesmas di Depok Naik Lima Kali Lipat, Rienova: Jangan Lupa Sikap 5S

Efek tambahan dari konsumsi minuman energi pada remaja pria dan wanita meliputi durasi tidur pendek, kualitas tidur yang buruk, prestasi akademis yang rendah, risiko bunuh diri yang lebih besar, tekanan psikologis, gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), depresi, gangguan panik dan kecemasan.

Minuman berenergi seperti cola, mengandung kafein dalam jumlah yang jauh melebihi dosis harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa.  Pada Juli 2023, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkaji kekhawatiran tentang Prime Energy, minuman energi populer di kalangan anak-anak dan remaja yang mengandung kafein sebanyak enam kaleng cola.

Peneliti menemukan bahwa konsumsi minuman energi tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik remaja, terutama bila dikonsumsi secara berlebihan.

Baca Juga  Tingkatkan Pelayanan, RS Murni Teguh Ciledug Dilengkapi Alat pemeriksaan diagnostic CT-Scan 128 Slice

Seorang terapis berlisensi yang berspesialisasi dalam kesehatan mental remaja, Anna Scott mengatakan, beberapa remaja mungkin mengonsumsi minuman energi untuk meningkatkan kinerja saat ujian. Sementara yang lainnya mungkin meminum minuman berenergi karena penerimaan sosial.

Psikolog anak dan remaja di Johns Hopkins Children’s Center, Erika Chiappini mengatakan, minuman energi menyebabkan gangguan tidur yang dapat memengaruhi suasana hati dan fungsi kognitif. “Karena minuman energi mengandung kafein dalam jumlah tinggi, minuman ini dapat berdampak negatif pada tidur,” katanya.

Ia melanjutkan, remaja yang meminum minuman berenergi mungkin akan mengalami kesulitan untuk tidur dan memiliki kualitas tidur yang lebih buruk secara keseluruhan, terutama jika diminum pada sore hari atau malam hari.

“Kualitas tidur yang lebih buruk dan jumlah tidur yang tidak memadai dikaitkan dengan kemampuan regulasi emosi yang lebih buruk dan kesulitan dalam memusatkan perhatian, kecemasan, dan gejala suasana hati, yang dapat menyebabkan penurunan kinerja akademis dan kesulitan dalam persahabatan dan di rumah,” jelas Chiappini.

Baca Juga  Yuk Cicipi! Enam Makanan Ini Mampu Redakan Stres 

Menurut Scott, remaja mungkin mengandalkan minuman berenergi untuk meningkatkan prestasi akademik.
Selain itu, ia juga mengatakan, banyak anak muda yang beralih ke minuman energi untuk tugas kuliah mereka.

“Minuman energi dipandang sebagai alat untuk memberikan dorongan ekstra pada anak-anak,” jelas Scott.

Scott mencatat, salah satu cara untuk menghentikan kebiasaan minum energi adalah dengan mengajari anak-anak cara mengelola emosi dan kesadaran diri yang lebih besar di usia yang lebih muda.(*)

 

Editor : Nur Komalasari


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles