Senin, April 15, 2024

Ini Cara Bawaslu Depok Tangkal Buzzer Negatif di Pemilu 2024

Indonesiadaily.net– Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 diperkirakan banyak buzzer bermain di media sosial (Medsos).  Untuk menangkal pelanggaran Pemilu di medsos, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok akan membangun embrio pengawasan partisipatif di ruang digital dalam bentuk komunitas.

Komisioner Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana mengatakan, dari Bawaslu RI sudah tegas menyatakan akan menindak buzzer yang menggunakan isu identitas atau isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) di media sosial.

“Jadi pimpinan kami menegaskan bila ada yang menyerang keyakinan calon anggota legislatif dan calon presiden akan di take down atau bahkan mendapatkan sanksi,” kata Dede, Senin (30/1/2023).

Dede menuturkan, berkaca pada penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada sebelumnya, peraturan dan per Undang-undangan terkait hal tersebut menjadi sebuah keharusan.

Baca Juga  Komnas HAM : Tes PCR Brigadir J dan Rombongan Dilakukan di Rumah Pribadi Irjen Sambi

“Tidak hanya diberlakukan, tetapi juga disosialisasikan dan ditegakkan, meskipun demikian, sesuai arahan dari pimpinan, kami harus mengutamakan upaya-upaya pencegahan,” tuturnya.

Terlebih setelah berlakunya Perbawaslu No. 2 Tahun 2023 tentang Pengawasan Partisipatif, yang salah satunya mengatur tentang partisipasi masyarakat pada ruang-ruang digital dalam bentuk komunitas digital.

“Tentu kami menyambut baik dan sejak tahun 2022 lalu, kami terus melakukan sosialisasi, workshop dan penyiapan komunitas digital Jarimu Awasi Pemilu di kota Depok,” terang Dede.

Dirinya mengatakan, Depok merupakan cyber city, kota yang tidak pernah tidur, terutama di ruang digital. Sehingga, komunitas tersebut diharapkan jadi sarana bagi masyarakat Depok yang dinamis untuk berperan dalam pengawasan Pemilu tanpa terkendala ruang dan waktu.

Baca Juga  Keren! RW 03 Depok Jaya Sulap TPS Jadi Kerajaan Nusantara, Ini Penampakannya

“Mereka tetap bisa update dan berkontribusi positif seraya melakukan beragam aktivitas sehari-hari, kapanpun dan di manapun mereka berada,” katanya.

Kordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Depok ini menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen agar embrio komunitas ini dapat segera diluncurkan. Karena, hal ini berkorelasi positif dengan aplikasi cyber patrol inovasi Bawaslu Depok yang yg diujicoba terbatas di Pemilu 2019.

“Ke depan kami akan terus berupaya meningkatkan koordinasi, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak seperti pemerintah, lembaga pendidikan dan para konten kreator,” pungkas Dede.

Penulis : Irwan Supriyadi
Editor : Nur Komalasari


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles