Inggris Memasuki ‘Babak Baru’, Kepercayaan Menurun dan Muncul Suara Berubah Jadi Republik

Raja Charles III pimpin Inggris
Raja Charles III pimpin Kerajaan Inggris.

Indonesiadaily.net – Meninggalnya Ratu Elizabeth membuat Inggris memasuki era baru dibawah kepemimpinan raja baru, Charles III.

Problema pun bermunculan, dimana salah satunya gonjang-ganjing muncul dari sejumlah wilayah yang menyerukan merdeka dan hendak berubah menjadi republik.

Saat proklamasi Raja Charles III dibacakan di kota Skotlandia, Edinburg misalnya, unjuk rasa muncul dengan membawa spanduk “Republik Sekarang”. Di sisi lain ada pula pendemo yang membawa spanduk “Republik Kami untuk Masa Depan Demokratis”.

Ada juga wanita yang membentangkan spanduk bertuliskan “Persetan Imperialisme. Hapuskan monarki”, dan wanita tersebut ditangkap.

Menurut Reuters, kematian Ratu Elizabeth di Skotlandia menyebabkan ‘momen refleksi nasional’. Dimana, kematian sang ratu membuat kekaguman terhadap kerajaan menurun.

Baca Juga  Siapa yang Baru Tahu? Indonesia Ternyata Memiliki Lima Tetangga Negara Kecil

Ini juga memicu perdebatan yang memanas. Tentang apakah Skotlandia harus merdeka.

Sebenarnya Skotlandia adalah mitra Inggris selama 300 tahun. Saat diberi kesempatan referendum 2014, Skotlandia menolak dengan suara 55% melaram 45%.

Namun, Brexit, memecah segalanya. Kepergian Inggris dari Uni Eropa (EU) tak didukung warga Skotlandia yang memilih tetap bersama kelompok benua itu.

Ini yang membuat dukungan kemerdekaan mencuat. Permintaan referendum kedua bahkan diajukan Skotlandia meski ditolak Inggris.

“Kami dapat menunjukkan bahwa tidak semua orang setuju dengan arak-arakan dan institusi kuno yaitu monarki,” kata pengunjuk rasa Connor Beaton, seorang pria berusia 26 tahun.

Dalam sejarahnya, hubungan Skotlandia dengan monarki mendahului persatuan politik dengan Inggris pada tahun 1707. Kedua negara telah berbagi raja yang sama sejak awal abad ketujuh belas.

Baca Juga  Ini Respon Heru Budi Jadi PJ Gubernur Jakarta Gantikan Anies

Kala itu kematian Elizabeth I yang tidak memiliki anak membuat James VI dari Skotlandia mengambil mahkota Inggris. Ia menjadi raja dengan gelar James I. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *