Kamis, Mei 30, 2024

Gara-gara Nikel, Tesla Investasi Rp 74,15 Triliun di Indonesia

Indonesiadaily.net – Produsen mobil listrik Amerika Serikat, Tesla, disebut telah menandatangani kontrak senilai sekitar US$ 5 miliar atau setara Rp 74,15 triliun (kurs saat ini US& 1 = Rp 14.831). Kerjasama tersebut, berkaitan dengan pembelian bahan baterai dari perusahaan pengolahan nikel di Indonesia.

Indonesia melalui Presiden Joko Widodo (Jokowi) berusaha menarik Tesla untuk berinvestasi dengan mendirikan fasilitas produksi baterai kendaraan listrik. Jokowi bersama sejumlah menteri kabinet telah bertemu dengan CEO Tesla, Elon Musk di Amerika Serikat pada awal tahun 2022.

“Kami masih terus bernegosiasi dengan Tesla, tetapi mereka sudah mulai membeli dua produk unggulan dari Indonesia,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Senin 8 Agustus 2022.

Baca Juga  Pegawai Pertamina yang Ludahi Perempuan Kini Dibebastugaskan

Luhut mengatakan, kontrak dengan perusahaan pengolahan nikel yang beroperasi di luar Morowali, Sulawesi Tengah berdurasi selama lima tahun. Bahan nikel akan digunakan dalam baterai lithium Tesla.

Indonesia tertarik mengembangkan industri kendaraan listrik dan baterai di dalam negeri dan telah menghentikan ekspor bijih nikel untuk memastikan pasokan bagi investor. Langkah itu berhasil menarik investasi dari raksasa baja Cina dan perusahaan Korea Selatan seperti LG dan Hyundai.

Namun demikian, sebagian besar investasi nikel selama ini ditujukan untuk produksi logam mentah seperti nikel pig iron dan feronikel.

Pemerintah berencana untuk mengenakan pajak ekspor pada logam-logam ini untuk meningkatkan pendapatan sambil mendorong lebih banyak produksi dalam negeri dari produk-produk bernilai lebih tinggi, seorang pejabat senior mengatakan kepada Reuters pekan lalu. (*)

Baca Juga  Hadapi Resesi Global, Begini Tips Siapi Dana Darurat

 

Editor : Pebri Mulya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles