Senin, April 15, 2024

Fakta Mengejutkan, Hasil Autopsi Ulang : Otak Brigadir J Hilang

Indonesiadaily.net – Fakta mencengangkan dari harisl autopsi ulang Brigadir J, meskipun hasilnya belum diumumkan kepada publik.

Fakta yang mengejutkan berdasarkan penjelasan dari pihak kuasa hukum keluarga Brihadir J, Kamaruddin Simanjuntak adalah bagian kepala terutama otak jenazah Yoshua saat dilakukan otopsi ulang.

Bermula dari didapatinya ada luka di bagian wajah brigadir J, yakni dibagian hidung yangbtelah dijahit terlebih dahulu sebelum diserahkan ke pihak keluarga.

Kamarudin mengatakan jika pada saat otopsi kedua, pihaknya telah menempatkan 2 orang tenaga kesehatan yang satunya dokter dan yang satunya lagi adalah Magister Kesehatan.

Kamaruddin melalui kanal YouTube milik Refly Harun memberikan penjelasan penyebab luka pada bagian hidung Brigadir J adalah hasil tembakan dari arah belakang yang pelurunya menembus ke bagian wajah sehingga menyebabkan robekan pada bagian hidung.

Baca Juga  Jauh dari Pusat Kota, Bima Arya Pastikan Warga Tetap Dapat Perhatian Pemkot

Tak hanya itu, pihak kuasa hukum keluarga Brigadir J juga mebeberkan informasi mengejutkan lainnya yaitu bagian otak hilang.

“Pertama dibuka kepalanya, tidak ditemukan otaknya,” katanya menjelaskan.

Bagian otak Brigadir J hilang, Kamarudin melajutkan bahwa yang ditemukan saat itu adalah retak dibagian kepala yang berjumlah 6 retakan.

“Kemudian diraba-raba kepalanya itu, ternyata dibagian belakang ada benjolan sedikit bekas lem, lemnya dibuka ternyata ada lobang” ujarnya lagi.

Kamarudin mengatakan, di bagian hidung yang luka seperti ditusuk dengan sumpit dari bagian belakang kepala Brigadir J.

“Itu bagian peluru yang ditembak dari belakang kepala dengan posisi tegak lurus,” ucapnya.

Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya fakta tersebut bisa mematahkan penyataan polisi yang mengatakan jika Brigadir J terlibat dalam aksi baku tembak.

Luka Brigadir J itu kemudian kembali menimbulkan spekulasi lain yaitu apa benar Yoshua terlibat aksi baku tembak atau ditembak dengan sengaja tanpa perlawanan.

Baca Juga  Paspampres Aniaya Pemuda Sampai Tewas di Aceh

Kamarudin menyatakan, pernyataan ditembak dari arah belakang itu disampaikan langsung oleh dokter forensik yang melakukan autopsy pada jenazah Btigadir J.

“Jadi dokter forensik bersama-sama dengan dokter yang mewakili kita, jadi mereka menyatakan jika ini ditembak dari belakang,” ucapnya.

Salah satu tugas dari dokter forensik perwakilan pihak keluarga yang ditugaskan oleh kuasa hukum Brigadir J adalah mencatat semua hasil autopsi tersebut.

“Itulah catatan-catatan mereka didalam ruang OK ruang operasi itu,” kata Kamarudin sambil menjelaskan.

Setalah catatan-catatan mengenai hasil autopsi Brigadir J selesai, dimalam harinya pihak kuasa hukum segera memerintahkan untuk membuat dalam berita acara dan tuangkan dalam akta notaris.

“Jadi sudah dalam akte notaris ini,” ujarnya sambil menunjukkan dokumen.

Baca Juga  Miliki Kendaraan Bertenaga Listrik, Apakah Harus Punya SIM Khusus?

Kamarudin mengatakan, data itu untuk berjaga-jaga para dokter dikemudian hari. Apa yang dicatat dokter forensik perwakilan keluarga yang ditugaskan oleh kuasa hukum ini merupakan kesepakatan antar semua dokter yang malakukan otopsi terhadap jenazah Brigadir J.

Penyataan hilangnya otak Brigadir J tentunya termuat juga dalam hasil otopsi yang ada pada dokter forensik  yang bertugas, namun hasilnya belum disampaikan secara transparan ke publik

Belum ada penyataan apakah hasil tersebut akan disampaikan ke publik secara langsung ataukah akan dibuka nanti dalam proses pengdilan.

Namun hal yang masih manjadi pertanyaan adalah kemana otak Brigadir J, Kamaruddin mengatakan jika tidak ditemukan otak dalam kepala Yoshua dan terdapat beberapa retakan dalam kepala. (*)

 

Editor : Fenilya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles