Senin, Juni 17, 2024

E-Toll di Indonesia Menyebabkan Kerugian RP 4,4 Triliun Tiap Tahunnya

Indonesiadaily.net – Penerapan sistem tol elektronik (e-toll) di jalan tol seluruh Indonesia menurut Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Triono Jasmono masih menyebabkan kerugian sebesar Rp 4,4 triliun per tahun.

Hal ini karena pada saat melakukan tapping kartu untuk pembayaran nontunai di gerbang tol, masih ada antrean lebih kurang 5 detik.

Menurut Triono, meski sudah dilakukan pembenahan tiap tahunnya sejak 2017, sistem tersebut masih menyebabkan kerugian.

“Kita atur agar antreannya bisa berkurang maksimal 5 detik. Namun, yang namanya antrean, tetap ada kerugian di situ. Sekitar Rp 4,4 triliun per tahun,” ujar Triono.

Dikatakan, berdasarkan hasil studi dari World Bank, kemacetan di jalan yang terjadi di Indonesia cukup besar dan menyebabkan kerugian hingga Rp 56 triliun tiap tahunnya.

Baca Juga  Begini Wejangan DPRD Jawa Barat Jelang PPDB 2024

“Kalau kita hitung, total kerugian di jalan tol ini 8 persen dari total kerugian akibat kemacetan di seluruh jalan di Indonesia,” jelas Triono.

Karena kerugian inilah, Kementerian PUPR melalui BPJT mencetuskan ide untuk menerapkan teknologi multilane free flow (MLFF) atau teknologi nirsentuh nontunai.

Triono memaparkan, sistem MLFF sudah diterapkan di negara-negara maju, terutama di Eropa.

“Di Indonesia, kita gunakan sistem dengan navigasi satelit dengan teknologi electronic on board unit (EOBU) menggunakan handphone. Para pengguna jalan bisa menggunakan jalan tol setelah mendaftarkan kendaraan mereka, lalu membayar via handphone seperti halnya saat menggunakan aplikasi untuk ojek online,” tambahnya.

Dengan penetapan teknologi ini, diharapkan pembayaran tarif tol yang dilakukan oleh masyarakat bisa jauh lebih efisien. (*)

Baca Juga  Daftar 10 Daerah di Indonesia yang Tidak Bahagia, Jakarta Termasuk di Dalamnya

 

Editor : Pebri Mulya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles