Ditetapkan Tersangka ‘Jual Beli’ Putusan Kasus, Hakim Agung Sudrajad Dimyati Lagi Ada di Rumah

Sudrajad Dimyati tersangka
Sudrajad Dimyati

Indonesiadaily.net – Kasus suap ‘jual beli’ putusan kasus perdata, KPK mengumumkan adanya 10 tersangka yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dimana salah satunya adalah Hakim Agung, Sudrajad Dimyati.

Namun, pada saat pengumuman yang digelar dini hari tadi itu, Sudrajad Dimyati tidak tampak di KPK memakai baju oranye layaknya tersangka KPK pada biasanya. Ternyata dia ada di rumahnya.

“Saya di rumah,” tutur hakim agung Sudrajad Dimyati dengan kaget, Jumat 23 September 2022.

Hakim agung Sudrajad Dimyati lalu menceritakan bila pada Kamis 22 September 2022 pagi ke kantor. Tidak berapa lama asistenya, Elly Tri Pangestu pamit secara lisan diminta datang ke KPK untuk dimintai menjadi saksi. Hakim agung Sudrajad Dimyati lalu mempersilakan. Hingga Sudrajat pulang menjelang sore, Elly belum muncul lagi di MA.

Baca Juga  Datang Pagi-pagi, Kopda Muslimin Diketahui Tewas di Rumah Orang Tuanya

“Saya ke dokter gigi sore,” kata hakim agung Sudrajad Dimyati.

Dalam hitungan jam, semuanya berubah. Ketua KPK mengumumkan Hhakim Agung, Sudrajad Dimyati menjadi tersangka pada dini hari bersama sejumlah staf MA. Hakim Agung, Sudrajad Dimyati yang sedang ada di rumah apartemen Kemayoran pun kaget.

“Saya nggak tahu apa yang mereka perbuat,” ucap hakim agung Sudrajad Dimyati.

Untuk diketahui, hakim agung Sudrajad Dimyati dipilih DPR menjadi hakim agung pada September 2014. Di hari yang sama, dipilih juga Amran Suadi, Purwosusilo, dan Is Sudaryono. Hakim agung Sudrajad Dimyati lalu menempati chamber/kamar perdata yang khusus mengadili perkara-perkara perdata.

Berikut daftar 10 tersangka kasus ini:

Sebagai Penerima:
– Sudrajad Dimyati, Hakim Agung pada Mahkamah Agung
– Elly Tri Pangestu, Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah Agung
– Desy Yustria, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
– Muhajir Habibie, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
– Redi, PNS Mahkamah Agung
– Albasri, PNS Mahkamah Agung

Baca Juga  BI Rilis Uang Kertas Baru Versi 2022, Ada Tujuh Pecahan

Sebagai Pemberi:
– Yosep Parera, Pengacara
– Eko Suparno, Pengacara
– Heryanto Tanaka, Swasta/Debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)
– Ivan Dwi Kusuma Sujanto, Swasta/Debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)

Dalam jumpa pers, Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan aliran uang suap itu.

“Terkait sumber dana yang diberikan YP dan ES pada Majelis Hakim berasal dari HT dan IDKS. Jumlah uang yang kemudian diserahkan secara tunai oleh YP dan ES pada DY sejumlah sekitar SGD 202.000 (ekuivalen Rp 2,2 miliar) yang kemudian oleh DY dibagi lagi dengan pembagian DY menerima sekitar sejumlah Rp 250 juta, MH menerima sekitar sejumlah Rp 850 juta, ETP menerima sekitar sejumlah Rp 100 juta dan SD menerima sekitar sejumlah Rp 800 juta yang penerimaannya melalui ETP,” jelas Firli. (*)

Baca Juga  Anies Gratiskan PBB Rumah di Jakarta, Berikut Kriteria Penerimanya

 

Editor : Pebri Mulya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.