Deretan Tersangka KPK yang Pernah Membangkang, Seperti Lukas Enembe

lukas enembe menjadi tersangka
Lukas Enembe menjadi tersangka KPK.

Indonesiadaily.net – Dengan beralasan sakit, Tersangka KPK yakni Gubernur Papua, Lukas Enembe membangkang dari panggilan KPK. Ternyata berdasarkan catatan kasus korupsi yang ditangani KPK, ada sejumlah tersangka yang pernah melakukan pembangkangan serupa.

Sebagaimana diketahui, Aloysius Renwari selaku kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe mengungkapkan kondisi terkini kliennya. Dia menyampaikan Lukas Enembe sampai saat ini masih dalam perawatan sehingga tidak dapat menghadiri panggilan KPK.

“Beliau masih dalam keadaan sakit dan tidak akan memenuhi panggilan kedua,” kata Aloysius.

Aloysius menyebut Lukas Enembe dipanggil untuk diperiksa KPK pada Senin 26 September 2022. KPK diketahui telah mengirim surat panggilan kepada Lukas Enembe pada 7 September 2022. Namun, dalam panggilan itu, Lukas mengirimkan kuasa hukumnya.

Namun Lukas Enembe bukan tersangka KPK pertama yang membangkang saat hendak diperiksa. Berikut ini deretan tersangka KPK yang membangkang:

1. Anas Urbaningrum

Anas Urbaningrum pernah menolak datang ke KPK untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi proyek Hambalang. Anas saat itu malah mengutus anak buahnya dari Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) mempersoalkan status tersangka yang ditetapkan KPK kepadanya.

“Poinnya AU sampa saat ini belum paham (mengapa) dia diberi status sebagai tersangka. Karena di sprindiknya ada kata-kata AU melakukan tindak pidana korupsi karena menerima hadiah dari kasus Hambalang dan proyek lainnya,” jelas aktivis PPI, Ma’mun Murod di KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Selasa 6 Januari 2014.

Baca Juga  10 Negara Paling Bahagia di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?

Ma’mun menyampaikan dirinya dan pengacara Firman Wijaya secara khusus datang ke KPK guna menyampaikan pesan Anas. Bosnya itu tak bisa memenuhi panggilan KPK.

Namun, pada akhirnya, pada 10 Januari 2014, Anas memenuhi panggilan KPK.

2. Suryadharma Ali

Saat ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi penyelenggaraan haji pada Mei 2014, Suryadharma Ali juga pernah membangkang. Suryadharma tak memenuhi panggilan itu karena mempersoalkan surat panggilan dari KPK.

“Pada dasarnya klien kami bermaksud menghadiri panggilan KPK tersebut, namun ada hal prinsip yang harus diklarifikasi lebih dulu,” ujar pengacara Suryadharma, Andreas Silitonga di kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Jaksel, Rabu 4 Februari 2015.

Andreas mengatakan klarifikasi yang dimaksud adalah terkait dengan bunyi surat panggilan bahwa Suryadharma dipanggil sebagai saksi. Lantas pada bagian surat yang lain disebutkan disebutkan bahwa Suryadharma akan diperiksa sebagai tersangka.

Namun, pada akhirnya pada 4 Februari 2015 saat itu, Suryadharma Ali memenuhi panggilan KPK.

3. Setya Novanto

Mantan Ketua DPR Setya Novanto juga pernah membangkang saat hendak diperiksa sebagai tersangka KPK pada 2014. Saat itu, Setya Novanto menjadi tersangka korupsi proyek pengadaan KTP elektronik.

Novanto tak memenuhi undangan pemeriksaan karena disebut mengalami vertigo, lalu berkembang juga mengalami sakit ginjal, gula darah, hingga serangan jantung.

Selanjutnya pada Rabu 27 September 2017 beredar foto Novanto tengah terbaring dengan sejumlah peralatan medis di tubuhnya. Dari salah satu peralatan yang menutupi wajah dan hidungnya, muncul spekulasi dia tengah menjalani terapi untuk mengatasi gangguan tidur.

Baca Juga  AC Milan Coret Zlatan Ibrahimovic dan Lima Pemain Lainnya dari Liga Champion

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyatakan akan segera meminta tim dokter lain segera memastikan kondisi Novanto. “Ada dokter lain yang akan melihat kesehatan Pak SN (Setya Novanto),” ujarnya. juru bicara KPK Febri Diansyah menambahkan, pihaknya masih melakukan koordinasi terkait kondisi kesehatan Novanto.

Bukan hanya itu. Setya Novanto juga sampai merekayasa tabrakan untuk menghindar dari KPK. Hingga akhirnya pada 20 November 2017 ia pun ditahan KPK.

4. Aa Umbara

Mantan Bupati Bandung Barat Aa Umbara juga pernah membangkang dari panggilan KPK. KPK saat itu menetapkan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19. Aa Umbara diduga menerima suap Rp 1 miliar terkait kasus ini.

Namun ia mengaku sakit sehingga tak bisa memenuhi panggilan pemeriksaan KPK.

Kepala Bagian Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Kabupaten Bandung Barat saat itu, Agus Ganjar menjelaskan bahwa Aa Umbara sakit dan melakukan medical checkup.

“Sore ini beliau diundang untuk menghadiri acara rapat pimpinan KNPI. Namun setelah saya komunikasi, beliau tidak bisa hadir karena kurang sehat dan sekarang sedang melakukan medical checkup,” ujar Agus Ganjar.

5. Mardani H Maming

Mardani H Maming juga pernah membangkang saat menjadi tersangka suap izin pertambangan. Saat itu, Mardani membangkang dari panggilan KPK.

Baca Juga  Bima Arya Temui Menpan-RB : Tenaga Honorer yang Lama Bisa Diperjuangkan

Bahkan KPK pun sempat melakukan penjemputan paksa karena Mardani dinilai tidak kooperatif. Namun KPK tak mendapatkan Maming. Hingga akhirnya Mardani Maming menjadi buron setelah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Maming menjelaskan bahwa pada Senin 25 Juli 2022, pihaknya mengirim surat ke KPK yang berisi pemberitahuan akan hadir memenuhi panggilan penyidik jika sidang gugatan praperadilan yang diajukannya sudah diputuskan hakim.

“Hari Selasa saya dinyatakan DPO dan lawyer saya hari Senin menelepon penyidik KPK menyampaikan bahwa akan hadir saya tanggal 28,” kata Maming seusai konferensi pers penetapan tersangka dirinya di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta, Kamis 28 Juli 2022.

Dia membantah menghilang. Dia mengaku pergi berziarah.

“Beberapa hari saya tidak ada bukan saya hilang, tapi saya pergi ziarah, ziarah Wali Songo, habis itu balik tanggal 28 sesuai janji saya dan saya hadir,” katanya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.