Kamis, Juli 25, 2024

Delapan Jenis Cinta Menurut Orang Yunani, Mulai dari Tanpa Pamrih Sampai yang Beracun

Indonesiadaily.net – Cinta ternyata terbagi menjadi berbagai jenis, mulai dari perasaan untuk teman, keluarga, saudara laki-laki atau perempuan, dan pasangan. Sehingga, menghasilkan gelombang cinta yang sangat beragam, begitu pula emosi.

Melansir dari Pinkvilla, menurut para ahli cinta interpersonal dibagi menjadi dua jenis utama, yakni yang penuh gairah alias sentimen romansa yang terdiri dari ketertarikan dan hasrat seksual dan kasih sayang atau keterikatan atau emosi mendalam yang terletak di antara pasangan jangka panjang, atau ikatan atau hubungan mendalam lain.

Orang Yunani mengkategorikan istilah cinta yang luas ini ke dalam delapan jenis berbeda yang biasa dialami orang selama hidup. Berikut penjelasannya.

Ludus
Cinta tanpa pamrih dikenal sebagai Ludus. Ini adalah cinta yang sangat santai, genit, dan menyenangkan, yang datang tanpa perasaan atau batasan yang mendalam yang datang dengan eros atau pragma. Jenis cinta ini biasanya disaksikan pada tahap utama suatu hubungan ketika pasangan mencoba merayu satu sama lain karena kesukaan mereka melalui proses flirting.

Baca Juga  Wanita Wajib Tahu! Ini dia Asupan yang Tepat Untuk Redakan Nyeri Saat Haid

Eros
Eros juga dikenal sebagai cinta yang penuh gairah, didefinisikan sebagai gairah dan ketertarikan. Ini mengungkapkan minat seksual yang dirasakan orang selama fase awal suatu hubungan. Jenis cinta ini dikenal sebagai komponen fusi dan itu menarik orang bersama-sama. Hubungan yang berawal dari Eros alias cinta yang menggebu-gebu umumnya bermuara pada tergila-gila dan ketertarikan. Seiring waktu, jenis cinta ini akan berkurang, hilang, atau berubah menjadi jenis lain.

Pragma
Pragma diuraikan menjadi jenis cinta pragmatis atau praktis. Anggap saja sebagai cinta yang mengakar dalam tanggung jawab, komitmen, dan realita. Cinta abadi membutuhkan komitmen yang mendalam satu sama lain dan butuh waktu bertahun-tahun dan banyak pengalaman untuk mengembangkan ikatan dan sentimen pragma. Pernikahan adalah contoh sempurna yang menumbuhkan cinta semacam ini atau juga dapat ditemukan dalam hubungan jangka panjang.

Baca Juga  Ustad Adi Hidayat Sebut Childfree Salahi Fitrah dan Tak Patut Ditiru

Agape
Agape disebut sebagai jenis cinta yang luhur, dermawan, dan tidak mementingkan diri sendiri. Sosok seperti Bunda Teresa adalah contoh sempurna dari kehidupan seperti ini. Agape berada di bawah cinta welas asih universal, tidak terbatas hanya pada satu orang. Ini adalah jenis cinta paling murni dan tanpa syarat yang Anda rasakan untuk semua makhluk tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Storge
Storge diartikan sebagai jenis cinta yang ditemukan antara anggota keluarga dekat dan kerabat. Jenis cinta ini diperkuat oleh darah, kenangan masa kecil, dan kenalan. Storge berempati, defensif, dan sangat tertanam dalam kenangan.

Filia
Filia diterjemahkan ke dalam jenis cinta yang ditemukan dalam persahabatan yang mendalam dan tahan lama. Ini adalah cinta yang bersahabat dan Anda akan merasa mudah untuk curhat pada orang lain karena hubungan didasarkan pada kepercayaan dan rasa hormat, dan diciptakan pada tingkat yang sangat pribadi. Cinta yang ditemukan dalam persahabatan seperti itu sama dalam dan intensnya seperti dalam hubungan tetapi tidak dengan cara sama.

Baca Juga  Siapa Menko terkaya di Era Jokowi? Ada Luhut, Airlangga, Muhadjir dan Mahfud MD

Filautia
Filautia adalah jenis cinta yang berpusat pada diri sendiri. Self-love dan self-compassion adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan Filautia. Hubungan dengan diri sendiri yang dalam sangat penting dan perlu dipelihara untuk membangun kepercayaan dan harga diri. Selain itu, ini memberi tahu orang lain bagaimana memperlakukan diri dan karenanya memanjakan diri sendiri adalah cara yang signifikan untuk memperdalam perasaan Filautia dan merasa nyaman dengan diri sendiri.

Mania
Mania adalah jenis cinta beracun di mana satu orang memiliki perasaan kasih sayang yang mendalam terhadap orang lain. Ketidakseimbangan dalam kasih sayang selanjutnya dapat menciptakan berbagai masalah yang tidak sehat, termasuk posesif, rasa tidak aman, dan kemelekatan. (*)

 

Editor : Pebri Mulya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles

Perumda Tirta Kahuripan