Bikin Gemas, Pumuckel Siap Raih Rekor Kuda Poni Terkecil di Dunia

Indonesiadaily.net – Seekor kuda poni kecil bernama Pumuckel asal Jerman tengah bersiap meraih rekor dunia sebagai kuda terkecil di dunia.

Ia pun mempersiapkan dirinya untuk dinobatkan tahun depan. Kuda poni jenis Shetland jantan ini hanya setinggi 50,8 cm saja.

Mengutip Live Science, kuda berwarna cokelat dan putih yang menggemaskan itu tinggal bersama pemilknya Carola Weidemann, di sebuah peternakan dekat Breckerfeld di Jerman.

Terlepas dari ukurannya, Pumuckel si kuda poni menjalani kehidupan yang sangat aktif dan sering bergabung dengan kelompok kuda mini yang sedikit lebih besar, yang mengunjungi anak-anak taman kanak-kanak dan orang tua.

Weidemenn, sang pemilik  menulis kepada Guinness World Records untuk memberi tahu tentang Pumuckel setelah menyadari, bahwa kuda poni itu tampaknya telah berhenti tumbuh.

Baca Juga  10 Negara Penghasil Minyak Bumi Terbanyak di Dunia, Indonesia Ternyata di Urutan Segini

Namun untuk mengklaim gelar resmi kuda terkecil di dunia, hewan itu harus berusia minimal 4 tahun. Sedangkan Pumuckel baru berusia 3 tahun, jadi belum memenuhi syarat untuk dipertimbangkan.

“Kami harus menunggu sebentar, mudah-mudahan Pumuckel tak akan tumbuh lagi,” kata Weidemann.

Untuk saat ini gelar kuda terkecil di dunia dimiliki oleh Bombel, kuda Appaloosa berusia 8 tahun dengan tinggia 55,9 cm dan tinggal di peternakan di Polandia.

Pumuckel dan Bombel adalah kuda mini yang merupakan kuda dewasa berukuran tinggi di bawah 86,4 cm.

Menurut American Miniature Horse Association (AMHA), kuda mini mewakili sekitar 400 tahun seleksi buatan, di mana kuda kecil dikawinkan dengan kuda kecil lainnya untuk menghasilkan keturunan yang berpotensi lebih kecil.

Kuda mini awalnya dibiakkan untuk bekerja di tempat yang sempit, seperti tambang batu bara, tetapi sekarang dibiakkan secara eksklusif sebagai hewan peliharaan.

Baca Juga  5 Negara dengan Destinasi Wisata Favorit Turis Dunia

Efek samping dari membiakkan kuda mini adalah keturunannya kadang-kadang dapat dilahirkan dengan kekerdilan.

Meskipun perawakannya kecil, kebanyakan kuda mini tidak memiliki kekerdilan, tetapi kebanyakan membawa beberapa gen kerdil resesif.

Oleh karena itu, membiakkan mereka bersama-sama dapat menghasilkan keturunan dengan kekerdilan yang juga dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang serius.

Tak jelas apakah Pumuckel menderita kekerdilan. Meski begitu, Pumuckel sendiri memang menunjukkan beberapa tanda kekerdilan, seperti kaki yang sangat pendek, kepala lebih besar dari lehernya, dan mata yang menonjol.

Namun ia tak memiliki ciri kekerdilan lain seperti kesulitan berjalan, lutut yang salah bentuk atau skoliosis.

Laporan awal tak menyatakan Pumuckel memiliki kekerdilan dan karena tak ada informasi yang tersedia tentang garis keturunannya, maka itu akan tetap menjadi misteri kecuali dilakukan tes genetik.

Baca Juga  Elon Musk Kenakan Tarif Baru untuk Twitter Blue, Segini Tarifnya

Terlepas dari garis keturunan dan ukurannya, Pumuckel menjadi idola semua orang yang bertemu dengannya.

“Dia adalah teman yang luar biasa. Saat bertemu akan selalu ingin memeluk dan membelainya,” ungkap Weidemann. (*)

Editor : Nur Komalasari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *