Senin, April 15, 2024

Berani Jual Perusahaannya, Orang Ini Mengaku Sahamnya ‘Dipegang Bumi’

Indonesiadaily.net – Banyak pihak yang mulai memperhatikan perubahan iklim global, karena hal ini dapat membahayakan keberlangsungan manusia dan tentunya dapat merugikan ekonomi suatu negara.

Perubahan iklim, bisa dilihat dan dirasakan dari cuaca yang terkadang tidak dapat diprediksi. Bahkan, ada juga beberapa daerah yang biasanya tidak terkend bencana, tetapi sekarang ini terdampak seperti banjir, longsor, dan lain-lainnya.

Contoh dari pihak yang mulai sandar akan dampak dari perubahan iklim yakni Founder Patagonia, Yvon Chouinard. Sejak didirikan 50 tahun lalu dan sampai sekarang ini, perusahaan pembuat apparel tersebut nilainya ditaksir mencapai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 44,7 triliun (asumsi kurs Rp 14.900/US$), menurut New York Times.

Baca Juga  Jaga Bumi! BRI Peduli Ajak Masyarakat untuk Daur Ulang Sampah secara Terpadu 

Chouinard dan keluarganya kini menyerahkan semua kepemilikan perusahaan tersebut. Hal ini dilakukan untuk menanggulangi perubahan iklim, melindungi lahan liar dan keanekaragaman hayati.

“Sementara kami melakukan yang terbaik untuk mengatasi krisis lingkungan, itu tidak cukup. Kami perlu menemukan cara untuk mengeluarkan lebih banyak uang untuk memerangi krisis sambil menjaga nilai-nilai perusahaan tetap utuh. Salah satu pilihannya adalah menjual Patagonia dan menyumbangkan semua uangnya. Namun kami tidak dapat memastikan pemilik baru akan mempertahankan nilai-nilai kami atau membuat tim kami yang terdiri dari orang-orang di seluruh dunia tetap bekerja.

“Jalan lain adalah membawa perusahaan ke publik. Apa bencana yang akan terjadi. Bahkan perusahaan publik dengan niat baik berada di bawah terlalu banyak tekanan untuk menciptakan keuntungan jangka pendek dengan mengorbankan vitalitas dan tanggung jawab jangka panjang. Sejujurnya, tidak ada pilihan bagus yang tersedia. Jadi, kami membuat sendiri,” terang Choiunard dalam sebuah surat tentang keputusan tersebut, yang diterbitkan di situs web Patagonia pada hari Rabu 13 September 2022.

Baca Juga  Terjadi Kericuhan Saat KIB Datangi Kantor KPU, Airlangga Masuk Terakhir

Saham perusahaan akan diberikan kepada organisasi nirlaba, Patagonia Purpose Trust dan Holdfast Collective. Keuntungan yang dihasilkan dan tidak diinvestasikan kembali kembali ke Patagonia akan dibagikan digunakan untuk mengatasi perubahan iklim.

Patagonia memperkirakan akan menghasilkan dan menyumbangkan sekitar US$ 100 juta per tahun.

Ryan Gellert akan terus menjabat sebagai CEO Patagonia, dan keluarga Chouinard akan tetap berada di dewan Patagonia mengikuti strategi filantropi pembuat pakaian yang diperluas.

Setelah memberi tahu karyawannya tentang langkah ini, perusahaan memperbarui situs webnya untuk menyatakan bahwa “Bumi sekarang adalah satu-satunya pemegang saham kami.” (*)

 

Editor : Pebri Mulya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles