Bagaimana Nasib Keuangan Pertamina dengan Hadirnya Kompor Listrik, Berikut Penjelasannya

pertamina dan LPG
Ilustrasi LPG Pertamina.

Indonesiadaily.net – Uji coba konversi dari LPG 3 kg ke kompor listrik secara gratis terhadap keluarga miskin menjadi program dari pemerintah dan PT PLN (Persero). PT Pertamina (Persero) pun mulai angkat bicara tentang rencana tersebut.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan, opsi masyarakat untuk memasak menjadi bertambah dengan adanya kompor listrik. Jadi, setiap keluarga bisa menentukan sendiri, apakah menggunakan LPG atau kompor listrik.

“Ini akan menjadikan pilihan alternatif bagi masyarakat, mau memilih LPG atau listrik, nanti biar masyarakat sendiri yang menentukan,” ujar Irto.

Namun, Irto tidak menjelaskan tentang rencana tersebut terhadap keuangan Pertamina. Karena, nantinya tentu berdampak pada penjualan LPG yang berkurang dengan hadirnya kompor listrik.

Baca Juga  10 Negara yang Warganya Senang Minum Bir, Ada Negara Kecil Afrika

Sebelumnya, Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana menuturkan, uji coba konversi gas LPG 3 kg ke kompor listrik sedang dilakukan pemerintah.

Dadan mengatakan, uji coba akan dilakukan di tiga kota, yakni Denpasar, Solo, dan Sumatera. Uji coba akan dilakukan dengan kompor listrik dua tungku dengan kapasitas 1.000 watt.

“Uji coba dilakukan oleh PLN jadi dibuatkan jaringan khusus di rumah untuk kompor,” ujar Dadan.

Sementara, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, negara bisa berhemat Rp10,21 triliun per tahun jika 15,3 juta pengguna LPG 3 kg beralih ke kompor induksi atau listrik.

Menurut dia, penghematan ini berasal dari pengurangan impor LPG yang terjadi akibat peralihan tersebut. Maka dari itu, ia berharap program kompor listrik bisa segera diimplementasikan.

Baca Juga  Ini Manfaat untuk Ekonomi Indonesia, Jika Tiga Nol dalam Rupiah Dihilangkan

Darmawan menargetkan 300 ribu pelanggan LPG 3 kg beralih ke kompor listrik tahun ini. Lalu, bertambah menjadi 5 juta sampai 10 juta per tahun.

“Ini manfaat program konversi kompor induksi sesuai arahan rapat kabinet terbatas oleh Menko Airlangga. Jadi ini program pemerintah sebagai suatu energi strategi dan policy,” jelas Darmawan. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.