Aturan Ketat Piala Dunia Qatar, Praktek Prostitusi Malah Marak dengan Modus Begini

piala dunia qatar 2022

Indonesiadaily.net – Sejumlah aturan ketat diberlakukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Salah satunya yaitu larangan adanya prostitusi.

Walau begitu, sejumlah media menyatakan praktek prostitusi itu malah semakin marak berdasarkan hasil temuan.

Praktek prostitusi ini dilakukan atau dengan berkedok istri. Melansir Suara.com, hukuman 7 tahun penjara menanti bagi mereka yang berselingkuh.

Hukuman berat yang menanti nyatanya malah membuat pemesan layanan prostitusi dibandrol dengan harga tinggi.

“Para pelacur menawarkan tarif antara 10-20 ribu poundsterling untuk menemani suporter bola dan bertindak seolah istri mereka,” tulis laporan media Inggris The Sun.

Adanya jasa prostitusi terselebung di Qatar ini menurut sejumlah suporter sebagai hal gila namun sangat beresiko.

Baca Juga  Baru 38 Hari Kerja, Menteri Keuangan Inggris Dipecat

“Ini resiko gila, tetapi beberapa penggemar sepak bola akan mengimbil resiko,” ucap salah satu penggemar.

“Situs-situs itu bermunculan setiap hari di Qatar dan menawarkan tarif untuk pergi bersama dengan kedok sebagai istri, karena seks diluar nikah dilarang di Qatar,”

Para PSK di Qatar yang ditawarkan di situs online tersebut rata-rata menutupi wajah mereka untuk menghindari razia dari pihak kepolisian setempat.

Di salah satu jasa prostitusi ditawarkan tarif 2500 rial Qatar per jam atau setara Rp10 juta.

“Jika beruntung bisa mendapat persahabatan jangkah panjang selama event Piala Dunia,” tulis iklan tersebut.

Para PSK yang berkedok sebagai istri ini juga menawarkan akan menggunakan abaya tradisional, jubah hitam panjang yang menutup seluruh tubuh agar terlihat seperti seorang istri.

Baca Juga  Daftar 10 Bank dengan Aset Terbesar di Dunia, Didominasi dari 'Negeri Panda'

Jika ada suporter mereka yang terlibat pada praktek seperti itu, pihak pemerintah pun tak bisa banyak membantu.

“Tetapi jika mereka tertangkap, mereka dan PSK akan mempertaruhkan bertahun-tahun di penjara. Tidak ada yang bisa dilakukan Kementerian Luar Negeri Inggris untuk menyelamatkan mereka,” tulis The Sun.

Seks di luar nikah dan praktek homoseksual adalah ilegal di Qatar. Ada ancaman hukuman penjara jika hal itu dilakukan.

Bekerja sebagai PSK di Qatar juga menjadi hal ilegal dengan ancaman hukuman 3 sampai 7 tahun penjara. Selain itu para PSK juga bisa menanggung hukuman 100 kali cambukan jika terbukti melakukan zina.(*)

 

Editor: Nur Komalasari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *