7 Pasukan Elite yang Jadi Legendaris Dunia

Pasukan Gurkha
Pasukan Gurkha

Indonesiadaily.net – Militer Inggris memiliki satu pasukan elite dunia, yakni Pasukan Gurkha. Mereka dikenal dengan keberaniannya di medan tempur.

Dikutip dari situs resmi The Gurkha Welfare Trust, pasukan Gurkha direkrut dari wilayah Gurkha, Nepal yang ditempatkan di militer Inggris sejak 200 tahun lalu.

Tidak hanya pasukan Gurkha, di beberapa negara juga memiliki pasukan elite yang legendaris, berikut daftarnya :

1. The Ten Thousand

The Ten Thousand merupakan pasukan tentara Yunani yang dikontrak Jenderal Cyrus Muda untuk menggulingkan saudaranya, Raja Artaxerxes II dari takhta Persia.

Sebagaimana diberitakan History, pada 401 SM, tentara Hellenic berjuang bersama Cyrus dan pasukan pemberontakannya dalam bentrok bersama pasukan Raja di Baghdad.

Kala The Ten Thousand bertarung, Cyrus terbunuh dalam peperangan. Tak hanya itu, jenderal pendukung Cyrus dikhianati dan dibunuh saat mencoba bernegosiasi.

The Ten Thousand kemudian dikejar oleh tentara Artaxerxes II, membuat mereka harus kabur dari wilayah musuh.

Pasukan tersebut lalu menunjuk Xenophon sebagai salah satu pemimpin baru mereka. Xenophon membawa mereka mengembara selama sembilan bulan dari Babylonia ke Pelabuhan Laut Hitam Yunani di Trapezus.

Meski berkali-kali disergap, berkelana di cuaca yang tak mendukung, dan kelaparan, mereka berhasil mengungsi. Tiga perempat dari regu mereka selamat.

2. The White Company

The White Company merupakan perusahaan bebas yang mengambil peran besar dalam peperangan di Italia pada abad ke-14.

Unit pertama pasukan ini muncul pada 1360-an dan dipimpin oleh Sir John Hawkwood. Hawkwood adalah seorang pria Inggris yang diberikan penghargaan atas pelayanannya di Perang Seratus Tahun.

Di bawah kepemimpinan Hawkwood, The White Company dikenal sebagai salah satu tentara elite di Italia.

Baca Juga  Kemenkes Distribusikan Obat Penawar Gangguan Ginjal

Pasukan The White Company direkrut dari Inggris, Jerman, Breton, dan Hungaria. Mereka terkenal mahir menggunakan busur dan tombak.

Selain itu, pasukan ini dikenal mampu menakut-nakuti musuhnya dalam serangan tak terduga yang cepat. Mereka juga bersedia berperang dalam situasi sulit, bahkan di malam hari.

3. The Catalan Grand Company

The Catalan Grand Company merupakan pasukan yang diorganisasikan oleh penjelajah Roger de Flor.

Pasukan ini merekrut veteran Spanyol yang terlibat Perang Vesper Sisilia di Italia.

The Catalan Grand Company kemudian bekerja di bawah Kaisar Bizantium Andronicus II. Mereka dibawa ke Mediterania Timur untuk bertarung dengan pemerintahan Ottoman Turki.

Sebanyak 6.500 pasukan Catalan berhasil mengusir Turki dan Konstantinopel.

Pada 1305, De Flor dan 1.300 anggotanya disergap dan dibunuh oleh kelompok bayaran lain dari Kekaisaran Bizantium.

Sementara itu, pasukan Catalan yang selamat bekerja pada Duke Athena. Namun karena masalah pembayaran, Catalan menyerang bos mereka.

Setelah berhasil membunuh Duke dan mengalahkan tentara Yunani pada 1311, mereka menjadi pemimpin de facto Kadipaten Athena.

Mereka kemudian menguasai petak besar di Yunani selama lebih dari 75 tahun, sampai militer dari Florence mengalahkan mereka dalam perang.

4. Swiss Guard

Swiss Guard merupakan pasukan pelindung Paus di Vatikan. Pasukan ini telah ada sejak zaman Renaisans.

Pasukan ini merupakan salah satu pasukan pertama Eropa yang menguasai penggunaan tombak dan tombak lapis baja.

Pada 1400-an, taktis revolusioner dan kekejaman mereka membuat mereka dikenal sebagai tentara kontrak terbaik yang dapat dibeli.

5. The Flying Tigers

The Flying Tigers merupakan pasukan tiga skadron pilot pengendara jet tempur yang bertarung bersama China melawan Jepang di Perang Dunia II.
The Flying Tigers, yang juga dikenal sebagai Kelompok Relawan Amerika, dibuat atas persetujuan Presiden Franklin D. Roosevelt.

Baca Juga  Arti dan Makna Tiang Tiga Warna pada Barber Shop

Roosevelt mengizinkan mantan pejabat militer AS Claire Chennault untuk secara diam-diam merekrut pilot jet tempur di Angkatan Udara AS.

The Flying Tigers dikenal dengan jet tempur P-40 mereka yang didekorasi gambar gigi hiu.

The Flying Tigers mampu menjatuhkan 296 pesawat Jepang, menghancurkan lebih dari 1.300 perahu sungai. Semua itu dicapai dengan kehilangan yang sedikit, yakni 69 pesawat dan sekitar 24 tentara.

Kelompok ini secara resmi dibubarkan pada Juli 1942, tetapi beberapa anggota mereka bergabung dalam unit lamanya dan ikut serta dalam Perang Dunia II.

6. Cossack

Istilah Cossack berasal dari rumpun Bahasa Turki, kazak, yang berarti manusia bebas atau petualang, dikutip dari History Magazine. Pasukan tersebut terdiri dari sebagian etnis Tartar yang semi-independen dengan bahasa Turkic di Rusia bagian Barat dan Tengah.

Pasukan Cossack bersatu pada abad 15 sebagai organisasi para ksatria yang hanya setiakepada Tsar Rusia. Mereka menghuni di wilayah berbeda yaitu The Don, Greben di Kaukasia, Yaik dekat Sungai Ural, Volga, Dnieper, dan Zaporizhzhia Ukraina di barat Dnieper.

Setiap anggota Cossack dikenal dengan kemampuan luar biasa berkuda sembari bertempur memainkan pedang untuk menebas musuh-musuh mereka. Mereka juga dilengkapi dengan senjata api mesiu.

Sukses terbesar pasukan Cossack saat mereka mengalahkan salah satu etnis Tartar pimpinan Kuchum Khan. Pada 1550, Kuchum Khan dan pasukannya menguasai Siberia hingga mencaplok pula tanah milik keluarga bangsawan Kekaisaran Rusia Stroganov.

Stroganov meminta bantuan kepada pasukan Cossack untuk mengalahkan gerombolan beringas Kuchum Khan. Pada 1581, pemimpin Cossac Yermak Timofeyevich mengerahkan 840 pasukannya untuk membebaskan Siberia barat dari kendali Tartar. Dengan menggunakan senjata api, Cossack pun mudah menaklukkan pasukan Tartar pimpinan Kuchum Khan.

Baca Juga  Sepakat Hasilkan Inovasi Produksi Wax Alami Berkelanjutan

7. The Varangian Guard

The Varangian Guard merupakan keturunan Norsemen yang awalnya bergerak sebagai bajak laut dan pedagang.

Namun, beberapa dari mereka masuk menjadi tentara bayaran Viking yang sempat menjadi pengawal pribadi Kaisar Bizantium.

Mereka bekerja untuk kekaisaran tersebut pada akhir abad ke-10 untuk Kaisar Basir II.

The Varangian Guard dinilai berhasil mengalahkan pemberontakan dan kemudian menjadi pelindung Konstantinopel selama lebih dari 200 tahun.

The Varangian Guard seringkali disebut sebagai pejuang pembawa kapak. Kapak mereka dapat digunakan di mana pun kaisar membutuhkannya.

Dalam buku “The Walls of Constantinople AD 324-1453” yang ditulis Stefen Turnbull, rekam jejak terbaik The Varangian Guard terjadi pada Perang Salib Keempat. Mereka disebut berhasil mencegah upaya pendaratan tentara salib di dermaga Kekaisaran Bizantium.

“Pertarungannya sangat keras, dan ada pertarungan menggunakan kapak dan pedang, penyerang dipojokkan ke tembok dan tawanan dibawa oleh kedua pihak,” demikian tulisan Turnbull. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *