Senin, April 15, 2024

5 Kopi Asal Jawa Barat yang Mendunia, Ada yang Bercita Rasa Seperti Wine

Indonesiadaily.net – Jawa Barat (Jabar) memiliki berbagai macam jenis kopi yang sudah terkenal di kalangan pecinta kopi. Bahkan, kopi asal Jabar sudah merambah internasional

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bahkan sempat mengirim sejumlah kopi terbaik dari petani Jawa Barat (Jabar) pada pameran World of Coffee di Milan, Italia pada 23-25 Juni 2022. Tak disangka, antusiasmenya tinggi.

Pada hari pertama pameran, kios “West Java Coffee” tersebut sukses menarik perhatian dan banyak dikunjungi. Mereka penasaran dengan keistimewaan kopi Jawa Barat.

Berikut 5 kopi khas Jawa Barat yang namanya sudah mendunia:

1. Kopi Malabar

Kopi Malabar dibawa oleh pemerintah Hindia Belanda dari Malabar di India. Kopi ini kemudian ditanam di daerah Pangalengan, Kabupaten Bandung pada ketinggian 1.500 mdpl. Pada masa kolonial, jenis kopi ini juga dijuluki ‘Java Preanger’.

Baca Juga  Ini Penyebab Messi Cemas dengan Piala Dunia 2022 Qatar

Diakui dan mendapat empat penghargaan kopi dari Speciality Coffee Association of America Expo, kopi Malabar ini memiliki aroma seperti bunga. Cita rasa yang dikeluarkan pun sedikit manis dengan keasaman yang cukup kuat.

2. Kopi Ciwidey

Ditanam di Gunung Tilu, Ciwidey, Kabupaten Bandung, kopi ini sudah mendapat rekor MURI sebagai kopi termahal di Indonesia. Bahkan, kopi ini juga pernah menjadi kopi termahal di acara pelelangan kopi di Amerika Serikat dengan harga Rp2 juta-an per kilogramnya.

Kopi yang memiliki cita rasa manis, floral, dan asam ini disebut-sebut paling cocok untuk disajikan melalui teknik manual V60 dengan cara menuang air panas dengan suhu 93 derajat Celcius ke bubuk kopi yang ditaruh di atas kertas filter V60. Meski tidak mengandung alkohol, kopi ini disebut memiliki rasa seperti wine.

Baca Juga  Tegas! Komite SDN Sukadamai 3 Bantah Pungli ke Orang Tua Siswa

3. Kopi Papandayan

Selain terkenal karena keindahan alam dan matahari terbitnya, ternyata Gunung Papandayan di Kabupaten Garut juga menghasilkan kopi yang luar biasa nikmat. Kopi di pegunungan itu tumbuh pada ketinggian 700-1.200 mdpl yang bersuhu 16-20 derajat Celcius.

Melalui keunggulan geografis tersebut, kopi Papandayan ini menjadi incaran banyak pecinta kopi di seluruh dunia. Bahkan, kopi ini mendapat hasil yang memuaskan dari tes cita rasa oleh Speciality Coffee Association Europe (SCAE) pada 27 Juli 2016.

4. Kopi Palasari

Kopi ini berasal dari lereng Gunung Manglayang, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung yang kini dikembangkan menjadi kawasan Kampung Kopi.

Kopi Palasari memiliki citarasa tidak terlalu asam meski berasal dari biji kopi arabika. Di area asalnya, Kopi Palasari lebih dikenal dengan nama Arabika Kolenang yang menjadi singkatan dari Kopi Legok Nyenang.

Baca Juga  Perusahaan Amerika Siapkan Rp 1,3 Triliun Bangun Pabrik Baru di Indonesia

5. Kopi Gunung Puntang

Sempat menerima pujian sebagai kopi terbaik di dunia dari Presiden Jokowi, kopi Gunung Puntang dikembangkan Ayi Sutedja di Kabupaten Bandung. Bahkan, penghargaan internasional di ajang Speciality Coffee Association of America Expo di Atlanta, Amerika Serikat pada 14-17 April 2016 lalu pun disabet oleh kopi ini.

Biji kopi yang memiliki nilai filosofis sebagai wujud syukur atas keberkahan alam Gunung Puntang ini sudah dibudidayakan sejak 2007 di lahan seluas 270 hektar. Kopi ini memiliki citarasa manis dan beraroma floral. (*)

 

Editor : Pebri Mulya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles