Senin, April 15, 2024

5 Hewan Ini Pernah Dikirim ke Luar Angkasa, untuk Penelitian atau Gimmick?

Indonesiadaily.net – Tidak hanya manusia, beberapa binatang juga telah dikirim ke luar angkasa untuk menjalani ekspedisi khusus.

Demi eksperimen, manusia memang tidak pernah kehabisan binatang untuk dibawa ke luar angkasa. Sebagian dari mereka ada yang murni untuk penelitian dan sebagian lainnya justru hanya sekadar gimmick belaka.

Baru-baru ini saja European Space Agency (ESA) jadi pembicaraan karena mengirimkan karakter animasi Shaun the Sheep dalam misi pesawat luar angkasa NASA ke bulan, Artemis I. Mereka mengklaim Shaun the Sheep adalah “domba” pertama yang akan ada di luar angkasa.

Ternyata ada beberapa kisah sedih dari pengiriman hewan ke luar angkasa. Berikut ceritanya:

1. Laika si Anjing Uni Soviet yang Malang

Laika adalah anjing percobaan yang dikirim Uni Soviet ke luar angkasa. Anjing itu menjadi sejarah karena jadi hewan pertama yang sampai ke luar angkasa.

Masalahnya adalah perjalanan ke luar angkasa itu adalah misi bunuh diri buat Laika. Pasalnya Laika memang diprediksi akan mati di hari ketujuh karena kehabisan oksigen.

Baca Juga  Tak Ada Perintah dari Bupati, Membuktikan Kalau Ade Yasin Dizolimi

Hal itu lantaran, teknologi masih kurang canggih. Alhasil Laika ketakutan saat pesawat luar angkasa mulai terbang. Detak jantungnya melonjak tiga kali lipat dari biasanya, dan laju napasnya empat kali lipat.

Laika memang berhasil mencapai orbit hidup-hidup, mengelilingi Bumi dalam waktu sekitar 103 menit. Sayangnya, hilangnya pelindung panas membuat suhu di kapsul naik secara tidak terduga, berdampak pada Laika. Dia meninggal segera setelah peluncuran.

2. Empat Tikus Percobaan NASA

Tikus merupakan hewan yang paling sering jadi percobaan. NASA mengawalinya pada tahun 1959 dimana mereka mencoba membawa tikus ke luar angkasa.

Dua kali percobaan gagal karena tikus-tikus itu mati karena keracunan cat dan kepanasan. Pada 3 Juli 1959 empat tikus berhasil naik ke luar angkasa. Namun pesawat luar angkasa buatan NASA itu balik dan hancur jatuh ke bumi bersama empat tikus itu.

3. Ham si Simpanse yang Ajaib

Pada 31 Januari 1961, setelah beberapa jam menunggu di landasan peluncuran di Cape Canaveral, FL, Ham yang saat itu berumur 3,5 tahun diterbangkan ke luar angkasa dengan diikat di sebuah kursi di pesawat luar angkasa Mercury No 5. Penerbangan Ham berlangsung sekitar 16,5 menit dengan kecepatan sekitar 5.800 mph ke ketinggian 157 mil di atas bumi.

Baca Juga  4 Makanan Ini Bisa Hilangkan Rasa Cemas Berlebih, Salah Satunya Coklat

Meski dengan kecepatan tinggi, Ham melakukan tugasnya dengan baik. Akan tetapi, kapsul ruang angkasa yang ditumpangi Ham jatuh 130 mil dari targetnya.

Butuh beberapa jam bagi kapal induk luar angkasa untuk mencapai posisi Ham. Ham pun berhasil ditemukan dalam kondisi hidup dan relatif tenang. Ketika ia dilepas dari kursi kemudinya, wajahnya tersenyum lebar.

Kendati sejumlah orang menafsirkan senyum itu sebagai luapan kebahagiaan, tapi ekspresi tersebut merupakan salah satu dari rasa takut dan kecemasan yang ekstrem.

4. Felicette si Kucing Manis dari Prancis

Felicette si kucing

Félicette adalah salah satu dari 14 kucing betina yang dilatih untuk penerbangan luar angkasa oleh Prancis.

Dengan menggunakan roket French Veronique AG1, Felicette terbang ke antariksa sebagai bagian dari penelitian yang dilakukan Prancis waktu itu. Felicette pun berhasil melalui tahapan itu dan kembali ke bumi.

Baca Juga  Heboh, Anggota DPRD Konawe Rapat di Ruangan Biasa untuk Dugem

Karenanya, Félicette kemudian dijuluki Felix the Cat oleh media setempat. Dia juga beruntung karena Felicette dibuatkan patung di International Space University, Strasbourg, Prancis.

Di situ patung Felicette berdampingan dengan patung Yuri Gagarin,manusia pertama yang pergi ke luar angkasa.

5. Cacing yang Lolos Tragedi Columbia

Pada 2003, NASA menerbangkan pesawat luar angkasa Columbia yang berakhir tragis karena gagal terbang dan jatuh. Tujuh awak pesawat luar angkasa itu meninggal dunia.

Hanya saja ada satu organisme yang justru selamat dari kecelakaan fatal itu yakni cacing gelang atau Caenorhabditis elegans.

Makhluk itu ikut dibawa ke Stasiun Luar Angkasa Internasional pada misi ke 28 Columbia. Sejumlah eksperimen terkait mikrogravitasi dan efeknya pada ekspresi genetik dilakukan dengan cacing itu.

Nathaniel Szewczyk, ilmuwan yang bekerja dengan sampel cacing golongan nematoda itu setelah kecelakaan mengatakan, tak ada yang menyangka cacing itu akan selamat. Cacing itu dilindungi oleh lapisan tahan panas. (*)

 

Editor : Pebri Mulya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles