Kamis, Mei 30, 2024

3 Kebiasaan Anak Muda yang Bisa Memicu Penyakit Kanker

Indonesiadaily.net – Penyakit kanker tak hanya ‘menghampiri’ orang dewasa dan lanjut usia saja, tapi kini muda-mudi mulai dari usia 20 tahun pun memiliki risiko dihantui penyakit kanker.

“Dari grafik yang dilihat, (kasus kanker pada) umur 20, 30, 40, 50 tahun cenderung naik. Tapi giliran usia tua seperti 60 tahun, 70 tahun (jumlah kasus kanker) cenderung turun. Ini ada banyak faktor salah satunya adalah lifestyle,” papar spesialis Dr dr Wifanto Saditya Jeo, SpB-KBD dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Menurut dr Wifanto, ada beberapa hal yang ternyata tanpa disadari menjadi pemicu sakit kanker pada usia muda, diantaranya : 

  1. Terlalu Sering Makan Daging Merah
Baca Juga  5 Pulau Indonesia yang Jadi Sasaran Turis Asing Berlibur

Daging merah umumnya memiliki lemak jenuh yang dapat menyebabkan terjadinya proses DNA yang terganggu. Imbasnya, potensi penyakit kanker khususnya pada usia muda-mudi meningkat.

“Jadi kalo itu (lemak jenuh) masuk, bisa terjadi DNA yang terganggu. Jadi proses terganggu sehingga protein yang kita hasilkan untuk membentuk sel yang bagus akan terjadi perubahan,” ujarnya.

  1. Kebanyakan Makan Makanan Instan

Bagi sejumlah orang, khusunya yang masih berusia muda, sering mengkonsumsi mie instan mungkin tidak berefek buruk secara signifikan pasa tubuh. Namun sebenarnya, makanan yang diawetkan seperti mie instan dapat memicu potensi kanker pada usia muda.

“Kalau untuk makanan yang diawetkan sedikit banyak kita khawatirkan terjadinya proses yg menyebabkan kanker. Memang bukan satu-satunya faktornya karena badan kita punya cadangan atau reaksi terhadap bahan yang masuk ini,” ungkap dr Wifanto.

  1. Sering Konsumsi Makanan dan Minuman Tinggi Gula
Baca Juga  Yuk Cek! Ini Ciri-Ciri Ponsel Disadap Orang Gampang Dikenali

Gula dapat menjadi salah satu pencetus penyakit seperti diabetes hingga kanker.

“Gula itu banyak mencetuskan terjadinya kanker, diabetes dan lain-lain. Deteksi PET Scan itu sendiri juga memakai gula yang ditaruh ke badan dan dilihat bergeraknya ke mana,” jelas dr Wifanto. (*)

 

Editor : Fenilya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles