Kamis, Juli 25, 2024

1.500 Siswa SMKN 2 Depok Perkuat Ketarunaan

Indonesiadaily.net – SMKN 2 Depok mengadakan kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara dan Ketarunaan. Kegiatan yang diperuntukan untuk seluruh siswa tersebut, diselenggarakan selama enam hari, terhitung dari 22 – 27 Agustus 2022.

Wakil Kesiswaan SMKN 2 Depok, Mamah Maryamah mengatakan, kegiatan tersebut diikuti sekira 1.500 siswa dari kelas X, XI, dan XII. Tetapi, untuk kegiatannya dibagi menjadi tiga sesi.

“Kegiatannya dibagi berdasarkan tingkat kelas. Dua hari pertama diikuti siswa kelas XII, lalu dua hari kelas XI, dan terakhir dua hari kelas X,” ucapnya.

Kepala SMKN 2 Depok, Yudi Hernawan bersalaman dengan perwakilan dari Kodim 0508 Depok.

Mamah menuturkan, kegiatan tersebut menjadi sebuah langkah awal lagi untuk membentuk taruna di SMKN 2 Depok. Karena, dua tahun sebelumnya tidak bisa diselenggarakan lantaran masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Baca Juga  Mancing Bareng Heri Setiono Manjakan Pemancing dan Banjir Doorprize

“Nantinya akan ada kelanjutannya untuk siswa kelas X, yakni kegiatan selama tiga hari dua malam. Namun, untuk siswa kelas XI dan XII tidak. Lalu yang memberikan materi adalah Kodim 0508 Depok,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Depok, Yudi Hernawan menjelaskan, ini adalah bagian dari pembentukan budaya sekolah yang berbasis pada ketarunaan. Diantaranya, budaya akademik, budaya akademis, budaya demokratis, dan budaya sosial.

“Dengan berbasis ketarunaan bisa meningkatkan kedisiplinan, ketakwaan agamanya, lebih rajin, memiliki rasa toleransi yang tinggi, bertanggungjawab, percaya diri, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” jelasnya.

Tidak hanya sekedar tentang pelatihannya saja, tetapi akan ada kelanjutan dari program ketarunaan siswa. Mulai dari penyiapan sarana, visi misi sekolah, dan internalisasi nilai-nilai keturunan dalam pendidikan.

Baca Juga  Diperiksa Kejagung, Ferdy Sambo Sebut Istrinya Tak Bersalah

Tentunya untuk bisa mencapai itu semua, Yudi membagi dua pihak yang harus terlibat. Pertama ada pihak internal, yakni guru yang mengawasi budaya sekolah, keterlibatan seluruh elemen demi keberhasilan pelaksanaan budaya.

“Lalu yang kedua adalah eksternal, yaitu kerjasmaa dengan TNI , fasilitas simulator dari DPR, kerjasama dengan pondok pesantren, serta orang tua yang mendukung dalam budaya sekolah,” katanya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles

Perumda Tirta Kahuripan